Headline

Informasi Hoaks Pengaruhi Generasi Milenial Golput

Redaktur: Ali Rahman
Informasi Hoaks Pengaruhi Generasi Milenial Golput - Headline

Tenaga Ahli Kemkominfo Bidang Literasi Digital Donny Budi Utoyo memberikan keterangnya di Jakarta, Sabtu (9/3/2019). Foto: Dhika Alam Noor/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Tenaga Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Bidang Literasi Digital Donny Budi Utoyo mengatakan, informasi bohong atau hoaks di media sosial mempengaruhi generai milenial menjadi golput pada Pemilu 2019. Mengingat dari 150 juta jumlah pengguna internet di Indonesia, 60 persen merupakan generasi milenial mulai usia 18 hingga 35 tahun.

Sementara untuk pemilih pemula sekitar 50 persen dari pengguna internet. Dari total jumlah pengguna berarti sekitar 75 juta pengguna internet yang akan memilih dan telah terpapar informasi di internet pada saat mereka menentukan pilihan.

"Kami tidak ingin mereka memilih atau memutuskan tidak memilih berdasarkan informasi yang salah atau informasi hoaks," ujar Donny Budi Utoyo di Jakarta, Sabtu (9/3/2019).

Maka itu, pihaknya terus mendorong kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas dan bekerja sama dengan berbagai pihak.

"Kami keliling dari kota ke kota dari masyarakat ke masyarakat dari kampus ke sekolah. Kami bikin edukasi bagaimana itu hoaks, bagaimana itu mengantisipasi dan bagaimana anak muda tetap positif thingking," kata Donny.

"Tetap memiliki keinginan untuk ikut dalam proses demokrasi. Ikut memilih sebisa mungkin tidak golput dan memilih dalam mendapatkan informasi yang benar," tambahnya.

Fenomena hoaks tidak hanya terjadi di Indonesia. Tetapi ini fenomena yang sifatnya global. Terasa sekali dampaknya. Karena pertumbuhan internet besar. Dari sisi jumlah mereka memegang sosial media cukup besar.

Sehingga mereka menggunakan media sosial untuk berbagai hal yang anggaplah yang tidak sesuai dengan etika. Tidak sesuai norma atau tidak sesuai regulasi pada umumnya.

"Ini menjadi konsen bersama, karena pada saat generasi millenial ini menjadi capek, mulai gerah dengan perdebatan. Kalau perdebatan positif, perdebatan konstruktif tentu kami dukung sekali," beber Donny.

"Tetapi kalau perdebatan yang penuh hoaks dan berita palsu yang ada di internet, mereka kemudian menjadi jengah menjadi apatis terhadap informasi," ucapnya. (dan)

Baca Juga


Berita Terkait

Ekonomi / Stabilitas Harga Pangan Redam Gejolak Politik

Politik / Kivlan Zen Diperiksa Bareskrim Polri Rabu

Nasional / KPK Sebut Ada 685 Caleg Terpilih Telah Sampaikan LHKPN

Ekonomi / UAI dan OJK Ajak Generasi Milenial Melek Perbankan Syariah


Baca Juga !.