Daerah

497 Hektare Sawah Terendam di Madiun

Redaktur:
497 Hektare Sawah Terendam di Madiun - Daerah

TERENDAM- Kondisi banjir di wilayah Kabupaten Madiun difoto dari udara menggunakan pesawat Helikopter NAS-332 Super Puma dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Sanjaya Bogor yang dipiloti Mayor Pnb Nugroho Tri dan co-pilot Lettu Pnb Septian Sihombing yang sedang bertugas Bawah Kendali Operasi (BKO) di Lanud Iswahjudi, di Madiun, Jawa Timur, Jumat (8/3). Sebagian wilayah di Jawa Timur, antara lain Ponorogo, Madiun, Ngawi terendam banjir selama tiga hari sejak Rabu (6/3). Siswowidodo/antara

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat kerugian pertanian akibat banjir yang melanda wilayah itu selama beberapa hari terakhir mencapai Rp 7,106 miliar lebih dengan luas sawah yang terendam 497 hektare. ”Rata-rata tanaman padi yang terendam berusia 70 hari. Ada juga dua hektare lahan persemaian,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Madiun Edy Bintarjo di Madiun, Jumat (8/3/2019).

Ia mengakui, jumlah kerugian akibat bencana itu yang ditanggung petani cukup besar. Meski demikian Dinas Pertanian setempat belum menyatakan puso. Namun, katanya, jika nantinya mendekati masa panen terjadi puso, petani yang mengikuti asuransi tani akan mendapatkan ganti rugi Rp 6 juta per hektare.

”Sedangkan bagi petani yang tidak ikut asuransi, akan kami coba meminta bantuan benih ke provinsi karena ini terkena bencana banjir,” kata Edy. Data BPBD setempat di posko penanganan bencana Kabupaten Madiun menyebutkan areal sawah yang paling banyak terendam banjir di Kecamatan Balerejo, yakni mencapai 147 hektare. Sisanya tersebar di areal sawah daerah lain, seperti Kecamatan Madiun, Wungu, dan Pilangkenceng.

Hasil pendataan BPBD Kabupaten Madiun pada Jumat hingga pukul 12.00 WIB, jumlah wilayah yang terdampak banjir mencapai 12 kecamatan, 52 desa, 5.707 KK, 497 hektare lahan pertanian, 5.024 pemukiman rusak ringan, dan 62 pemukiman rusak berat. Kecamatan yang terdampak tersebut, antara lain Madiun, Saradan, Balerejo, Pilangkenceng, Sawahan, Mejayan, Wungu, Wonoasri, Gemarang, Kebonsari, Kare, dan Dagangan.

Saat ini, Pemkab Madiun mulai fokus pada penanganan pascabajir karena air telah surut hampir di semua wilayah, di antaranya penyediaan air bersih, layanan kesehatan, dan perbaikan infrastruktur yang rusak.

Sedangkan, genangan banjir yang melanda dua kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (8/3) siang mulai surut. ”Alhamdulillah banjir yang melanda dua kecamatan di Jember mulai surut dan warga mulai membersihkan perabotan yang terendam banjir,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo di Jember.

Dua kecamatan di Kabupaten Jember, yakni Wuluhan dan Puger dilanda banjir akibat hujan deras dengan intenstitas sedang hingga tinggi yang mengguyur kawasan setempat, sehingga air masuk ke permukiman warga pada Kamis (7/3/2019).

Berdasarkan data BPBD Jember tercatat Kecamatan Puger terdapat 20 rumah yang terdampak banjir di Desa Kasiyan Timur dan Grenden, sedangkan di Kecamatan Wuluhan terdapat 12 rumah yang terdampak banjir di Desa Lojejer dan Ampel. ”Berdasarkan informasi dari Kepala Dusun Krajan setempat, debit air di wilayah Krajan belum turun dan justru naik, sehingga warga tetap siaga,” katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian bencana banjir yang menerjang dua kecamatan di Jember tersebut. ”BPBD Jember juga sudah mendistribusikan bantuan kepada korban yang terdampak banjir di dua kecamatan itu,” katanya.

Sementara Camat Puger Winardi mengatakan banjir yang menggenangi wilayah kecamatan setempat sudah surut, sehingga warga sudah kembali ke rumahnya masing-masing. ”Warga lanjut usia sempat dievakuasi sementara untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, namun setelah surut sudah kembali ke rumahnya masing-masing,” katanya.

Ia mengatakan pihaknya juga melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) pascabanjir di Kecamatan Puger untuk menekan kasus demam berdarah dengue (DBD). ”Hari ini warga yang terdampak banjir melakukan bersih-bersih sekaligus melakukan PSN untuk waspada DBD,” ujarnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan sebagian besar banjir yang merendam sejumlah daerah di Jawa Timur sudah surut total dan ketinggian genangan berangsur menurun. ”Banjir di beberapa daerah sudah sebagian surut total,” ujar kepala pusat data informasi dan humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (8/3/2019) petang.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, dari 15 daerah yang awalnya terendam, bertambah menjadi 17 kabupaten. ”Pusdalops BPBD Jawa Timur terus memantau perkembangan penanganan banjir yang dilakukan BPBD setempat,” ucapnya.

Beberapa daerah yang banjirnya sudah surut total yaitu di Nganjuk, Kediri, Tuban, Pacitan, Trenggalek, Blitar, Jember dan Banyuwangi. Sementara itu, perkembangan untuk daerah lainnya, yakni di Madiun sebagian besar sudah surut dan genangan air tertinggi 50 centimeter di titik terendah, bahkan aktivitas warga sudah kembali normal.

Di Ngawi, genangan air cenderung stabil dengan genangan tertinggi 1-1,5 meter yang meluas ke arah kota serta BPBD terus melakukan pendampingan di area terdampak. Berikutnya di Magetan, tepatnya di Desa Jajar, kecamatan Kartoharjo, genangan air tertinggi 42 centimeter, Desa Ngelang dengan genangan air tertinggi 97 centimeter yang sama-sama tren genangannya turun. ”Di sana, jumlah pengungsi 84 jiwa dan TRC PB PBPD Magetan melakukan pendampingan di area terdampak,” katanya.

Di Sidoarjo, tepatnya di Desa Pesawahan genangan air tertinggi 5-20 centimeter, namun di Desa Candipari, Desa Wunut dan jalan raya porong surut total, lalu di Bojonegoro genangan airnya cenderung stabil dengan tertinggi 70 centimeter serta meluas ke arah kota. Di Gresik, tepatnya di Desa Kesamben Wetan genangan tertinggi 15 centimeter, Desa Bangeran, Desa Gedong, Desa Bulangan sama-sama mencapai 25-30 centimeter, kemudian di Ponorogo rata-rata genangan air tertinggi 30 centimeter dengan tren turun.

Di Lamongan, yakni di Dusun Sawo Desa, Kecamatan Maduran genangan air tertinggi 50 centimeter, selanjutnya banjir di Tulungagung wilayah Desa Demuk genangan airnya sudah surut total, tapi di Desa Waung genangan air masih mencapai 30 centimeter. (ant)

Berita Terkait

Banten Raya / Banyak Turap Rusak, Banjir Jadi Ancaman Serius

Megapolitan / Banjir Menyapa saat Sahur Perdana


Baca Juga !.