Lifestyle

Tak Cukup Triakan Say No To Drug, Ini Langkah Jauhkan Anak dari Narkoba

Redaktur: Nurhayat
Tak Cukup Triakan Say No To Drug, Ini Langkah Jauhkan Anak dari Narkoba - Lifestyle

Ilustrasi Upaya Menjauhkan Anak dari Bahaya Narkoba 

INDOPOS.CO.ID - Tingkat pengetahuan masyarakat tentang bahaya narkoba sudah cukup baik, hanya saja pemahaman tentang bagaimana upaya pencegahan narkoba masih tergolong rendah. Dengan demikian, perlu adanya upaya komunikasi, edukasi, dan informasi yang lebih maksimal  tentang cara melakukan pencegahan efektif dari ancaman bahaya narkoba.

Dalam hal ini, peran orang tua memiliki andil sangat besar dalam melindungi anak-anak dari ancaman barang haram dan berbahaya tersebut.

"Untuk generasi muda dan orang yang belum terpapar narkotika, selama ini kita berpegang pada slogan "say no to drugs". Nah ini bisa jadi pedang bermata dua. Di satu sisi, kita diingatkan bahwa narkotika adalah hal yang berbahaya. Di sisi lain, ini bisa membuat orang, khususnya remaja, menjadi penasaran dan malah ingin mencoba," tutur dr. Andreas Kurniawan, SpKJ, di Jakarta, Minggu (10/3).

Maka, tidak cukup bila kita hanya meneriakkan 'say no to drugs' saja tanpa membuka ruang diskusi.

Langkah pertama dimulai di rumah. Orangtua sebaiknya bisa menyediakan waktu untuk diskusi dengan anak-anaknya tentang narkotika. Bukan hanya sekedar mengatakan "jangan", melainkan juga mau mendengarkan tentang apa pendapat anak-anaknya dan menjawab keingintahuan mereka tentang topik itu. Bila tidak dimulai di rumah, khawatirnya anak akan mencari ke luar rumah, dan akan bahaya bila bertemu dengan sumber yang kurang sehat.

"Secara umum, kita punya prinsip jauhi obatnya, bukan penggunanya. Perang yang dilakukan selama ini pun adalah perang terhadap narkotika dan pengedarnya, bukan penggunanya," kata Andreas.

Pemberantasan narkotika tidak sederhana. Di negara maju pun narkotika masih merupakan tantangan besar. Sebagian besar negara, termasuk Indonesia, berpegang pada prinsip rehabilitasi pada pengguna narkotika.

"Rehabilitasi ini jangan hanya dibayangkan sekedar mengurung dan menjauhkan seseorang dari obat-obatan loh. Dalam rehabilitasi mereka juga diajarkan berbagai keterampilan, melatih pola komunikasi dan problem solving, serta mempersiapkan ketika nanti kembali ke masyarakat," tutupnya. (yah)

 


    

Berita Terkait

Lifestyle / Manfaat Klorofil untuk Kesehatan

Daerah / Bayi Ini Lahir Tanpa Kulit Perut

Lifestyle / Kendalikan Hipertensi, Turunkan Risiko Gagal Jantung

Lifestyle / Ini Loh Manfaat Lain Minum Susu

Megapolitan / BNN Sita 200 Kg Sabu

Nasional / Mau Mudik, Ingat Pesan Menteri Kesehatan Nila Moeloek


Baca Juga !.