Lifestyle

Dokter Umum Diedukasi soal Emergensi Urologi

Redaktur: Ali Rahman
Dokter Umum Diedukasi soal Emergensi Urologi - Lifestyle

Kiri ke kanan: dr. Jupiter Sibarani, Sp U; dr. Safendra Siregar, Sp U dan dr Joko Anom, Sp U dalam seminar Ilmiah Medis tentang Penatalaksanaa Kasus Emergensi Urologi, Sabtu (9/3/2019). Foto: RS Siloam untuk INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Rumah Sakit (RS) Siloam Purwakarta mengadakan kegiatan seninar Penatalaksanaan Kasus Emergensi Urologi bagi para dokter umum, Sabtu (9/3/2019). Tujuannya untuk memahami cara penanganan medis seperti keadaan darurat pada ginjal, saluran kemih, prostat, kandung kemih dan alat kelamin secara cepat dan tepat.

Direktur Siloam Hospital Purwakarta, Irwan Gandana mengatakan, edukasi dan diskusi mengenai penatalaksanaan kasus emergensi urologi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dokter umum dalam penanganan awal pada pasien.

"Saya berharap para dokter umum dapat mengetahui bagaimana penatalaksanaan awal dari kasus kegawat daruratan urologi sebelum nanti dirujuk ke dokter urologi di RS," ujar Irwan kepada INDOPOS melalui pesan tertulis, Senin (11/3/2019).

Dalam seminar tersebut dibahas pula mengenai penanganan batu ginjal tanpa pembedahan, yaitu dengan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) yang merupakan prosedur non-invasif, di mana tidak diperlukan adanya pembedahan untuk penanganan batu ginjal.

"Prosedur ini banyak digunakan dan bersifat relatif lebih aman. Efek pemecahan batu memberikan hasil yang efektif pada 80-85 persen kasus," tutur dr. Safendra, spesialis urologi dari RS Siloam Purwakarta.

Sementara, dr. Heny dari Puskesmas Bungursari juga menyampaikan kasus pasien pria berusia 60 tahun dengan keluhan kandung kemih. "Disaat melakukan pemasangan kateter, saya menemukan hambatan. Pertanyaan saya, tindakan apa lagi yang harus dilakukan untuk mengangani pasien seperti ini?," tutur dr. Heny.

Selain itu, dr. Reza menanyakan mengenai Golden Period untuk proses rekonstruksi pada saat terjadinya amputasi pada penis, hal ini dijawab langsung oleh dr. Jupiter Sibarani Sp.U dengan mengatakan bahwa hal pertama adalah menyimpan potongan organ lalu mencucinya dengan NaCl lalu ditempatkan didalam kantong plastik segel untuk disimpan dalam wadah bersuhu dingin yang berisi es batu.

"Dan biasanya golden period terjadi sekitar enam hingga 10 jam. Jika kita menyimpannya dengan benar maka tindakan rekonstruksi organ tersebut dapat dilakukan," kata dr. Jupiter. (rmn)

 

 

Baca Juga


Berita Terkait

Lifestyle / Terlalu Protektif Kebersihan Anak, Justru Bikin Mudah Sakit

Lifestyle / Sering Sakit Kepala saat Merunduk? Berikut Penjelasannya

Lifestyle / Waspadai Bahaya Nyeri Dada dan Nyeri Perut

Lifestyle / Lebaran, Awas Jangan Kalap Makan Daging dan Minuman Manis

Lifestyle / Makan Berlebihan Saat Lebaran Bikin Insomnia


Baca Juga !.