Megapolitan

Setelah Kebakaran, Inventarisasi Pedagang

Redaktur: Muhammad Izzul Mutho
Setelah Kebakaran, Inventarisasi Pedagang - Megapolitan

SISA KEBAKARAN-Beberapa pedagang Minggu (10/3/2019), mengais sisa-sisa barang dagangan yang bisa dipakai. Foto: Joesvicar Iqbal/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Setelah kebakaran yang melanda ratusan kios di Pasar Blok A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2019), hingga Minggu (10/3/2019), belum ada keputusan lebih lanjut penempatan pedagang. Humas PD Perumda Pasar Jaya Amanda mengatakan, saat ini pihaknya masih menginventarisasi para pedagang. "Kita masih inventarisasi pedagang terkait uang kerohiman," katanya Minggu (10/3/2019).

Siang akhir pekan kemarin, para pedagang mendapatkan informasi, mereka yang lapaknya ludes akan dipindahkan ke pasar di kawasan Pondok Pinang."Tapi kan tidak jelas juga di sana. Katanya pasar di Pondok Pinang itu sepi pembeli juga. Pedagang yang ada di sana lebih dulu saja mengeluh sepi pembeli," ungkap Wendi, pedagang, di Pasar Blok A.

Wendi menambahkan, dirinya sudah berdagang di pasar sementara Blok A ini dari awal, sudah 4 tahun. Namun karena lapaknya ikut ludes terbakar, terpaksa pindah lapak. Dia datang untuk mengambil sisa-sisa barang yang masih bisa terpakai lagi.

"Banyak juga pedagang di sini yang mencar-mencar, tahu dagang di mana. Ya kita kan buat sambung hidup. Besok mau makan apa, kalau tidak dagang. Tapi saya pindah dagang di rumah saja. Habis nggak ada duit juga buat sewa lapak. Jadi pada mencar," keluh Wendi sembari mengais sisa barang di lapaknya itu.

Dari pantauan INDOPOS di lokasi, kemarin, terdapat spanduk pengumunan bertuliskan, sehubungan dengan musibah tersebut, para pedagang diimbau untuk melakukan verifikasi data terkait pemakaian atau penggunaan tempat usaha dengan membawa dokumen asli, siptu eks tempat usaha di bangunan lama, foto kopi asli KTP pedagang, materai 6 ribu, foto kopi rekening auto debet CMS. Membuat surat pernyataan kebenaran dokumen ditulis tangan sesuai format yang disediakan petugas Perumda Pasar Jaya, dilakukan mulai 9 Maret-15 Maret.

Pasar yang terletak di Jalan Sambas 1, Kebayoran Baru, Jakarta itu terlihat kosong, tidak ada aktivitas. Hanya sejumlah pedagang sayuran yang masih mencoba bertahan dengan menggelar barang dagangannya di atas terpal.

Pilihan tersebut diambil lantaran para pedagang menolak untuk direlokasi ke Pasar Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Alasannya karena mereka khawatir kehilangan para pelanggan.

Pedagang ayam potong, Turas, misalnya. Dirinya mengaku enggan menempati lokasi penampungan pedagang lantaran diprediksinya akan sepi pembeli. "Soalnya kalau pindah kan langganan kita pasti ke sini, di sana juga tempat baru, bisa nggak laku," ungkapnya ditemui di Pasar Blok A.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran ratusan kios di Pasar Blok A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Rabu (6/3/2019), mendapatkan bantuan santunan.

Kabar baik itu disampaikan Kepala Koperasi Pasar Blok A, Ngadiran. Dirinya mengaku masih melakukan pendataan terkait jumlah pedagang yang mengalami musibah. Sebab, sambungnya, tidak semua kios aktif dimanfaatkan pedagang. Sehingga uang santunan yang senyatanya digunakan sebagai modal berjualan korban itu dapat tepat sasaran.

"Kita masih data dan verifikasi jumlah pedagangnya. Ini untuk proses pengajuan uang santunan dari pemprov, seperti yang disampaikan Pak Anies (gubernur DKI) waktu kunjungan setelah kebakaran," tandasnya.

Uang santunan sebesar Rp 10 juta tersebut, lanjutnya, akan diberikan kepada masing-masing pedagang yang menjadi korban kebakaran. Sebab kabarnya, dari sebanyak 414 unit kios, hanya sebanyak 289 kios yang aktif berjualan.

"Jadi bantuan ini khusus yang jualan. Yang nggak jualan nggak dapat. Makanya teman-teman masih kita kumpulkan untuk buat surat pernyataan, benar kalau mereka jualan. Jadi nggak ada yang akal-akalan," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan verifikasi berkas pedagang kepada pihak Perumda Pasar Jaya. Sehingga data pedagang yang berhak menerima santunan tepat sasaran. "Jadi total pedagang yang dapat santunan ada 289 orang. Itu pedagang yang aktif semua," ujarnya. (ibl)

Berita Terkait

Nasional / Pengancam Presiden Ditangkap

Daerah / Lompat ke Kali, Mangapul Ditemukan Tak Bernyawa

Banten Raya / Bogem Bawahan, Pejabat Kecamatan di Tangsel Dipolisikan

Banten Raya / Kencan Singkat Berujung Kematian

Daerah / Rusuh di Rutan Kelas IIB Siak, Polisi Tertembak


Baca Juga !.