Ekonomi

Kelola Bandara Radin Inten II

Redaktur:
Kelola Bandara Radin Inten II - Ekonomi

Grafis GIMBAL/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – PT Angkasa Pura (AP) II siap mengelola Bandara Radin Inten II Lampung, Sumatera Selatan (Sumsel). Tidak sekadar siap, manajemen AP II telah menyiapkan serangkaian agenda pengembangan. Bahkan, dana taktis senilai Rp 500 miliar telah disiagakan untuk pengembangan.

Kesiapan itu menyusul instruksi presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta pengelolaan Bandara Radin Inten II, Lampung diserahkan pada AP II. ”Diserahkan ke AP II supaya pengelolaan dan pengembangan Bandara Radin Inten II lebih cepat,” tutur Presiden Jokowi akhir pekan lalu.

Menurut Jokowi, pengelolaan AP II akan mendatangkan lebih banyak penerbangan domestik  dan internasional di Bandara Radin Inten II. ”Pengelolaan AP II akan membuat penerbangan lebih banyak,” tegas Jokowi.

President Director AP II Muhammad Awaluddin berharap bisa segera menjadi pengelola Bandara Radin Inten II. ”Kami sudah menyiapkan berbagai rencana pengembangan termasuk perluasan terminal penumpang,” tutur President Director AP II Muhammad Awaluddin.

Menurutnya, besaran nilai Investasi sudah disiapkan untuk pengembangan Bandara Radin Inten II untuk jangka waktu 30 tahun ke depan diperkirakan sekitar  Rp 500 miliar. ”Itu sudah termasuk perluasan terminal penumpang pesawat,” imbuhnya.

Khusus terminal penumpang, pengembangan akan dilakukan pada 2019 hingga 2020 dengan investasi sekitar Rp 150 miliar. Adapun terminal penumpang Bandara Radin Inten II saat ini memiliki luas 5 ribu meter persergi. Bandara tersebut juga dilengkapi landasan pacu berdimensi 3.000 x 45 m, dengan luas apron mencapai 59.950 meter persegi untuk mengakomodir 8 parking stand pesawat.

Saat ini  kapasitas terminal Bandara Raden Inten II mencapai 3,7 juta penumpang per tahun dengan pergerakan penumpang sudah di atas 2 juta penumpang per tahun. ”Ke depan, AP II juga akan mengembangkan infrastruktur pendukung operasional. Seperti perluasan dan renovasi gedung kargo. Pembangunan gardu listrik khusus, pembangunan akses jalan, pembangunan gedung operasional CCR, Power Quality, dan sebagainya,” ulasnya.

Saat ini Bandara Radin Inten II masih dikelola Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pada Agustus 2018, UPBU Kemenhub dan AP II sudah menandatangani Nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait serah terima pengelolaan Bandara Radin Inten II.

Bandara Radin Inten II di Lampung salah satu bandara akan diserahkan ke AP II tahun ini. Selain HAS Hanandjoeddin di Belitung dan Fatmawati Soekarno di Bengkulu dengan pola pengelolaan kerja sama pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN). Dengan tambahan 3 bandara kelolaan itu, maka pada 2019 AP II total menangani 19 bandara seluruh Indonesia. Saat ini, AP II juga tengah mengincar pengelolaan bandara di satu negara Asia Tenggara.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti mengatakan saat ini proses penyerahan pengelolaan Bandara Radin Inten II ke AP II telah memasuki tahap verifikasi aset BMN. ”Pengembangan akan dilakukan AP II.  Karena sekarang dalam proses verifikasi aset untuk pengelolaan kerja sama pemanfaatan BMN. Nanti, diharap AP II yang investasi,” tegas Polana. (dai)

Berita Terkait

Ekonomi / Gratiskan Landing Extra Flight

Ekonomi / Grab Wheels Permudah Mobilitas

Ekonomi / Bebaskan Landing-Parking Fee

Ekonomi / Transformasi Digital AP II Sukses

Ekonomi / Genjot Bandara Depati Amir


Baca Juga !.