Bola Dunia

Kalah Sekali dalam Dekade Terakhir

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Kalah Sekali dalam Dekade Terakhir - Bola Dunia

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone. Foto : Ander Gillena/AFP

Italian Job Atletico Madrid dini hari nanti seharusnya lebih mudah berkat kemenangan 2-0 pada leg pertama (21/2/2019). Namun, mereka dibayangi rekor sulitnya meraih kemenangan bila menghadapi wakil Italia di negaranya.  Bagaimana tidak. Dari 12 pertemuan pada ajang Eropa, Los Colchoneros hanya memenangkan 4 pertandingan alias sepertiganya. Sisanya berakhir dengan 3 kali seri dan 5 kekalahan.

Tapi, bila rentang pertemuan dipersempit dalam sedekade terakhir, maka wakil Italia harus waspada terhadap kunjungan Atleti. Dari 5 pertemuan, tim polesan Diego Simeone itu hanya sekali kalah dengan laga lainnya berujung 2 kali kemenangan dan 2 seri.

Nah, status Juventus sebagai tuan rumah sudah pasti diunggulkan. Namun, Cholo julukan Simeone mengatakan bahwa status unggulan bukan jaminan bisa menang untuk ajang penuh misteri seperti Liga Champions. Dia kemudian merujuk kepada tersingkirnya Real Madrid dan PSG.

''Saya tidak kaget karena kualitas kompetisi ini terus meningkat dan banyak tim yang tumbuh pesat. Mungkin, hanya orang yang jarang melihat banyak pertandingan yang terkejut dengan fakta tersebut (tersingkirnya Real dan PSG, Red),'' ucap pelatih asal Argentina itu seperti dilansir Football Espana.

Apalagi, pelatih 48 tahun itu juga punya memori indah bersama Italia. Ya, saat masih aktif bermain, masa keemasan karirnya terjadi di negeri pizza ketika berkostum membela dua tim Italia beruntun, yakni Inter Milan (1997-1999) dan Lazio (1999-2003). Bersama dua tim itu pula ayah dari striker Fiorentina Giovanni Simeone itu bisa mersakan gelar Eropa. Yakni, Piala UEFA (nama lama Liga Europa) 1998 bersama Nerazzurri dan Piala Super Eropa (1999) ketika berkostum Biancocelesti.

Namun, bukan Simeone saja yang punya memori indah bersama Italia. Striker Atleti Alvaro Morata juga punya kenangan manis. Ironisnya, itu terjadi bersama Juve (2014-2016). Bersama Nyonya Tua, Alvarito--julukan Morata--nyaris merasakan juara Liga Champions keduanya pada 2014-2015 sebelum kesampaian ketika kembali ke Real 2 musim lalu.

Hanya, kini motivasi striker asal Spanyol itu berbeda. Dia ingin meneruskan tren mencetak gol ke gawang mantan tim ketika berstatus tim tamu. Morata sudah dua kali melakukannya. Yang pertama pada leg kedua semifinal Liga Champions 2015 melawan Real Madrid (14/5/2015). Berikutnya ketika berkostum Chelsea dan membobol gawang Atleti yang merupakan eks timnya ketika junior musim lalu pada fase grup (28/9/2017). (koc)

Baca Juga


Berita Terkait

Bola Dunia / Italia Ladang Bisnis Baru Pemain

Bola Dunia / Tinggalkan Chelsea, Sarri Latih Juventus

Bola Dunia / Gabung Juventus, Aaron Ramsey Pakai Nomor Punggung 10

Bola Dunia / Ambisi Juventus Ingin Datangkan Pep

Bola Dunia / Pembelian Thomas Lemar Tidak Sesuai Ekspektasi Atletico


Baca Juga !.