Hukum

Ditanya Kasus Novel, Polri: Itu Domain Polda Metro 

Redaktur: Nurhayat
Ditanya Kasus Novel, Polri: Itu Domain Polda Metro  - Hukum

MASIH MISTERI: Penyidik KPK Novel Baswedan (tengah) di gedung KPK. Foto: Dok INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan belum menemukan titik terang. Sudah 700 hari kasus itu bergulir terhitung sejak 11 April 2017. Hingga kini pelaku penyerangan tersebut belum terungkap. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Dedi Prasetyo menyampaikan, bahwa penanganan kasus perkara itu merupakan wewenang Polda Metro Jaya. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada jajaran yang saat ini dipimpin Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono itu. 

"Iya itu langsung sama Polda Metro. Itu domainnya Polda Metro nggak perlu saya campuri," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Saat disinggung mengenai kinerja Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan yang dibentuk kepolisian dalam mengusut kasus tersebut. Namun pihaknya enggan memberikan penjelasan secara menyeluruh. "Langsung ke Pak Argo, Kabid Humas Polda Metro Jaya," kata Dedi Prasetyo.

Polri membentuk tim gabungan untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Surat perintah pembentukan tim itu terbit, Selasa (8/1/2019) dan diteken langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Novel Baswedan diserang dua orang tak dikenal sepulang dari salat subuh berjamaah di Masjid Ihsan di dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pada 11 April 2017, dua orang yang berboncengan dengan sepeda motor itu sengaja menyiramkan air keras ke wajah penyidik KPK tersebut. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono saat diminta penjelasannya mengenai pengusutan kasus penyerangan Novel Baswedan. (dan)

Baca Juga


Berita Terkait

Hukum / Dua Tahun Novel Mata Satu

Hukum / KPK Terharu Didukung Rakyat

Hukum / Diwarnai Aksi Demo, Panggung Rakyat


Baca Juga !.