Politik

Komitmen Lestarikan Seni dan Budaya Daerah

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Komitmen Lestarikan Seni dan Budaya Daerah - Politik

Komitmen Lestarikan Seni dan Budaya Daerah

INDOPOS.CO.ID - Pelestarian seni budaya daerah diyakini berdampak besar bukan hanya pada pelaku seni. Dampak ini bukan hanya terhadap masyarakat pengusungnya. Tapi juga warga di wilayah yang sama, dan di wilayah lain senegara. Karenanya, NasDem berkomitmen melestarikan serta mengembangkan seni dan budaya daerah yang ada, termasuk di Jawa Barat. 

Salah satu upaya pelestarian seni budaya daerah, menurut politisi NasDem, Muhammad Farhan, bisa dilakukan dengan clustering strategy, atau membangun komunitas-komunitas dalam cakupan kewilayahan. 

Farhan, yang juga berlatarbelakang seniman, melihat pemerintah kota Bandung dan pemerintah kota lain serta kabupaten harus melakukan clustering strategy. Dia menjelaskan, ini bisa dilakukan seperti yang dulu di Bandung, yakni ada ‘sarang-sarang’ seniman, seperti wilayah Cigereleng sampai ke Bojong Sawang yang dikenal sebagai daerah seniman tradisional sunda.

"Dari jaipong, gamelan degung sampai wayang juga ada. Tetapi akibat tidak adanya strategi semacam clustering, maka pada hilanglah para seniman pembuat wayang dan lainnya. Pada kemana itu para nayaga hebat? Pada tinggal di mana itu tempat pelatihan dalang-dalang luar biasa? Tak Aya!" kata Farhan kepada wartawan dihubungi di Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Oleh karena itu, dirinya mengajak pemerintah kota untuk bersama-sama melestarikan seni dan budaya Jawa Barat berdasar strategi itu. Dengan konsep demikian, Farhan, jika diberi kesempatan menjadi anggota dewan akan melakukan pemetaan daerah mana saja di Indonesia yang punya potensi bagus untuk seni dan budaya masing-masing.

Cara lain untuk melestarikan seni dan budaya Jawa Barat dan Indonesia secara umum, adalah dengan membangun ekosistem industri. Jadi, sambung dia, musik hasil seni dan budaya Indonesia setua apapun, secanggih apapun pasti ada pendengar serta apresiasinya. Apalagi, dengan adanya teknologi media digital seperti sekerang ini. Hal itu tentu sangat memungkinkan untuk mengetahui siapa-siapa penggemar musik dari daerah tertentu.

"Nah, jadi kita harus mengusahakan setiap musik di Indonesia baik yang tradisional maupun modern harus punya pasarnya. Karena dengan punya pasar ini artinya si musik ada yang mendengarkan dan mengapresiasi, itu mesti dibikin dulu ekosistemnya," tuturnya.

Kini, dalam upaya itu, Farhan mengaku tengah bekerja sama dengan sebuah komunitas pembuat film untuk mendokumentasikan seni budaya Sunda. Meski hanya level RW, Fahran memberikan insentif-insentif dan pembentukan ekosistem supaya mereka mau berkembang.

"Pada saat bersamaan, kita pun harus mengapresiasi film-film yang sangat komersil, seperti film Dilan. Jadi artinya dalam memperlakukan karya seni dan pelaku seninya, kita harus secara adil membangun ekosistem bukan memberi uang, tentu kalau dihitung asal enggak mungikn misalnya bagaimana mungkin kita bisa memaksa film buatan RW bisa secara komersil sukses seperti film Dilan," ucapnya.

Ketua DPW NasDem Jawa Barat, Saan Mustopa berpandangan serupa. Ia menegaskan partai besutan Surya Paloh itu berkomitmen dan mempunyai keberpihakan bagaimana menjaga, merawat, dan mengembangkan seni budaya yang ada di Jawa Barat ini untuk terus berkembang. 

"Saat ini banyak sekali tradisi kesenian dan budaya yang ada di Jabar yang sebenarnya menjadi kekayaan dan khasanah Jabar. Itu penting untuk dilestarikan ke depan," kata Saan. Apalagi, lanjut dia, ke depan Jawa Barat akan menjadi pusat atau tujuan turis dari domestik maupun internasional. Masyarakat senang untuk berkunjung ke Jabar karena budaya dan keseniannya yang khas. 

"Saya yakin Jabar akan menjadikan tujuan dari baik domestik maupun internasional. Nah, penting juga jabar untuk terus mengembangkan kesenian-kesenian yang dimiliki oleh Jabar. Dijaga dan dikembangkan. Kita juga akan meminta pemerintah pusat maupun daerah untuk memberikan porsi lebih terhadap kesenian dan budaya di Jabar agar tetap lestari," kata Caleg Partai NasDem Dapil Jawa Barat VII itu saat dihubungi.

Kebudayaan Sunda termasuk salah satu kebudayaan tertua di Nusantara. Kebudayaan Sunda yang ideal kemudian sering kali dikaitkan sebagai kebudayaan masa Kerajaan Sunda. Ada beberapa ajaran dalam budaya Sunda tentang jalan menuju keutamaan hidup.

Etos dan watak Sunda itu adalah cageur, bageur, singer dan pinter, yang dapat diartikan sembuh (waras), baik, sehat (kuat), dan cerdas. Kebudayaan Sunda memiliki ciri khas tertentu yang membedakannya dari kebudayaan-kebudayaan lain. Secara umum masyarakat Jawa Barat atau Tatar Sunda, dikenal sebagai masyarakat yang lembut, religius, dan sangat spiritual. (mdo)

Berita Terkait


Baca Juga !.