Hukum

700 Hari Setelah Penyerangan, Kondisi Mata Novel Membaik

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
700 Hari Setelah Penyerangan, Kondisi Mata Novel Membaik - Hukum

AKSI DIAM- Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Arif Maulana (ketiga dari kiri) memberkan keterangnya di gedung KPK, Jakarta. Foto: Akbar Budi Prasetia/INDOPOS.

INDOPOS.CO.ID - Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Arif Maulana menyampaikan, kondisi Novel Baswedan semakin membaik setelah 700 hari penyerangannya. Meski kondisinya membaik tapi penyidik KPK itu tak bisa hadir dalam aksi diam 700 detik di gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

"Baru saja beliau (Novel) mengabarkan bahwa kondisi mata kiri beliau itu semakin membaik dan untuk mata kanan beliau yang kemarin sempat kurang baik hari ini dinyatakan sudah cukup stabil," ujar Arif yang juga merupakan kuasa hukum Novel di Gedung KPK Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Mata kanan Novel, kata Arif sebelumnya sempat turun tapi saat ini sudah mulai stabil dan kembali ke posisinya. "Jadi mulai membaik mata kanan beliau. Dan karena alasan itu beliau tidak dapat bergabung bersama kita," kata Arif yang tergabung dalam Koalisi Masuarakat Sipil Anti Korupsi itu.

Dalam aksi 700 hari penyerangan Novel, Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyimpulkan pengungkapan kasus itu terbukti tidak mendapatkan penyelesaian hukum yang adil dan benar sebagaimama disebutkan dalam Pasal 1 Angka 6 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia.

Novel dalam hal ini kembali menjadi korban karena penundaan berlarut (undue delay) pengungkapan kasus yang sangat lama dari kepolisian.  Novel Baswedan diserang dua orang tak dikenal sepulang dari salat subuh berjamaah di Masjid Ihsan di dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pada 11 April 2017, dua orang yang berboncengan dengan sepeda motor itu sengaja menyiramkan air keras ke wajah penyidik KPK tersebut. (dan)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Bebas, Mantan Bupati Bogor Masih Dijerat KPK

Headline / Kapolri Ingin Unsur Polisi di Komisioner KPK

Headline / KPK Panggil Yasonna Laoly

Nasional / KPK Dalami Peran Rommy di Pengurusan Anggaran Tasikmalaya

Nasional / Pengusaha Didakwa Suap Bowo Sidik Rp 2,5 Miliar


Baca Juga !.