Bola Dunia

Klop Benar-Benar Traumatik

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Klop Benar-Benar Traumatik - Bola Dunia

Penyerang Bayern Munich, Robert Lewandowski. Foto : Sascha Schuermann/AFP

Asal tahu saja, Allianz Arena adalah stadion yang paling dibenci pelatih Liverpool Juergen Klopp. Wajar saja kebencian itu menyeruak.  Ini karena dalam 14 kali tampil di stadion yang punya sebutan Schlauchboot atau perahu karet itu Klopp hanya menang tiga kali. Selebihnya, sekali seri dan sepuluh kali kalah.

Nah, setelah empat tahun berlalu, Klopp kembali lagi ke tempat yang paling dibencinya itu. Namun kali ini dengan logo burung liver di dada. Rabu dini hari (14/3/2019) di Allianz Arena, Bayern menjamu Liverpool dalam leg kedua 16 besar Liga Champions (siaran langsung RCTI pukul 03.00 WIB).  “Kami harus tampil luar biasa ketika bermain di sana. Jika kami bermain biasa-biasa saja, kans lolos kami tertutup,” sebut Klopp di laman resmi Liverpool.

Guratan keraguan Klopp itu benar adanya. Ini karena rekor away Liverpool di Liga Champions musim ini sangat menakutkan. Tiga kali lawatan ke markas Napoli (3/10/2018), Crvena zvezda (6/11/2018), dan PSG (28/11/2018) semuanya tak bisa diterima dengan senyuman. Gawang Alisson Becker dibobol lima gol. Hanya James Milner yang bisa melesakkan gol away saat lawan PSG.

Pelatih 51 tahun tersebut tahu persis situasi pelik yang dihadapinya kali ini. Imbang tanpa gol dengan Bayern pada leg pertama di Stadion Anfield (19/2/2019) tentu bukanlah skor ideal. Meski hasil imbang 1-1, 2-2, dan seterusnya saja sudah bisa bkin Liverpool lolos.

Satu-satunya elemen yang kurang dari Bayern Munich kali ini adalah absennya Joshua Kimmich. Kartu kuning yang diterima Kimmich membuatnya menyusul Thomas Mueller yang juga absen karena akumulasi kartu. 

Tanpa Kimmich, Bayern tak akan loyodi Schlauchboot. Justru keyakinan Die Roten belakangan yang menebal. Lihat saja klasemen mereka di Bundesliga. Setelah terlempar dari posisi puncak klasemen Bundesliga, akhirnya pada spieltag 25 Bayern sukses mengudeta Borussia Dortmund dari singgasana tertinggi. Bayern dan Dortmund memiliki poin yang seimbang (57) tapi agregat gol Bayern lebih bagus kelipatan dua ketimbang Dortmund.

 “Mereka (Bayern, red.) sudah kembali ke tempat yang seharusnya. Jangan lupa mereka juga baru saja menang dengan nyaman dan mereka ada di jalur memenangkan Meisterschale tujuh kali berturut-turut,” jelas eks pelatih Mainz 05 dan Dortmund ini.

Yang menarik, angka produktivitas Bayern memang menakutkan di mata Klopp. Bila dikalkulasi usai leg pertama di Anfield, mereka mencetak 12 gol dalam tiga tanding. Dengan kata lain, Bayern rata-rata mencetak empat gol per merumput.

Liverpool justru sebaliknya. Jika Bayern meraih posisi puncak maka Liverpool kehilangan posisi teratas. Sudah dua pekan terakhir, Liverpool turun ke peringkat ke tempat kedua di bawah Manchester City (73-74).

Sudah dalam posisi melorot, produktivitas tim pun ikut-ikut terjun bebas. Liverpool hanya membuat sembilan gol dalam empat laga setelah pertemuan dengan Bayern di Anfield. Dengan demikian, rata-rata gol per laga 2,25 buah.    “Memang dalam situasi pertemuan kami, seri sudah bisa membuat kami 'menang'. Namun saya tak akan pernah meminta pemain untuk bermain demikian,” kata Klopp seperti dikutup Liverpool Echo. “Saya tegaskan kepada anak-anak untuk memenangi laga ini,” tambah pelatih yang meraih lima trofi bersama Dortmund itu.

Dalam laga terakhir Klopp bersama Dortmund di Allianz Arena yakni semifinal DFB Pokal (29/4/2015), Klopp menang dramatis. Setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal, Klopp membawa Dortmund memenangi adu penalti dengan skor 2-0 atas Bayern.

Sementara itu, gelandang Bayern James Rodriguez dalam situs UEFA mengingatkan Liverpool di era Klopp ini menunjukkan permainan yang cepat dan mematikan. Walau dalam lima laga terakhir di semua ajang, trio Sadio Mane-Mohamed Salah-Roberto Firmino kurang greng.

 “Kami harus bermain sempurna untuk melaju ke babak selanjutnya. Liverpool memiliki pemain dengan kualitas merata di semua lini sehingga kami tak bisa mewaspadai sosok individual saja,” ujar James. “Ohya, Liverpool memiliki banyak pelari di lapangan,” tambah eks gelandang AS Monaco itu. (koc)

Berita Terkait

Bola Dunia / Bisa Tunda Pesta Lawan

Bola Dunia / Klopp Belum Percaya Liverpool Hancurkan Barcelona

Bola Dunia / Barcelona Harus Rasakan Magis Anfield

Bola Dunia / Liverpool vs Barcelona, Tuan Rumah Butuh Keberuntungan


Baca Juga !.