Zizou dan Faktor Carte Blanche

INDOPOS.CO.ID – Hampir tidak ada lagi yang bisa diraih Real Madrid musim ini setellah tersingkir di Copa del Rey dan Liga Champions. Di La Liga, misalnya, mereka juga tertinggal 12 poin dari Barcelona di puncak klasemen (63-51). Sekilas, itulah yang dicari Zinedine Zidane sehingga bersedia balik kucing ke Estadio Santiago Bernabeu setelah delapan bulan mengundurkan diri.  Realitas sebenarnya tidaklah seperti itu.

Ketika ditawari Perez, Zizou sebetulnya sudah menolak mentah-mentah. Menjadi pelatih di tengah kompetisi berjalan bukanlah waktu yang ideal.  Menurut jurnalis Spanyol, Zizou kembali ke Madrid karena Perez mau menurunkan egoismenya sebagai orang paling berkuasa di klub. Zizou mau menerima tawaran itu karena ia mendapatkan hak penuh untuk merombak tim sesuai konsep permainan yang diinginkan (carte blanche). Inilah intisari persoalan yang sesungguhnya kenapa Zizou mau balik lagi ke Madrid yang musim ini praktis berantakan luar dalam. 

Zidane dikontrak hingga 2022. Dan, dia bukan pelatih pertama yang melatih Real selama dua periode. Bahkan, Luis Molowny dan Vicente del Bosque pernah lebih dari itu melakukannya bersama Real.  ”Saya pergi (tahun lalu, Red) karena memang harus. Tim ini butuh perubahan setelah memenangkan hampir segalanya (bersama saya, Red),” ucap Zidane dalam konferensi pers , Selasa (12/3), seperti dilansir Marca.

Ya, Sergio Ramos dkk seolah butuh tamparan setelah memenangkan tiga Liga Champions beruntun bersama Zidane. Bahkan, selama dilatih Zizou, hanya Copa del Rey yang gagal dipersembahkannya pada 2016-2018. Dan, lapar gelar para pemain Real bisa dikembalikan musim lalu setelah berantakan musim ini bersama Julen Lopetegui dan Santiago Solari.

Pertanyaannya, bisakah Zizou mengembalikan antusiasme pemainnya? Apalagi, sudah tidak ada Cristiano Ronaldo yang menyumbang 137 gol selama periode pertama Zidane.

Menurut dia, itu tidak terlalu dipusingkan, setidaknya untuk musim ini. Sebab, fokusnya adalah membenahi yang saat ini berantakan. Dia memiliki 11 jornada tersisa. Perjuangannya dimulai melawan Celta Vigo pada jornada ke-28 (16/3) di Santiago Bernabeu.

Selain itu, Zizou juga punya tugas peninggalan Solari yang selama ini menepikan Isco dan Marcelo. Padahal, kedua pemain itu hampir tidak tergantikan bersama Zidane. Untuk hal ini, Isco dan Marcelo punya kiat unik. Kemarin waktu setempat, keduanya sampai rela berlatih di Valdebebas untuk mendapat lagi simpati Zidane. Padahal, kemarin seharusnya libur latihan pasca menang 4-1 kontra Real Valladolid (11/3) pada jornada ke-27 La Liga.

Dia tidak sendiri. Ada Vinicius Junior yang juga ambil porsi latihan tambahan di hari libur tim. Tampaknya, remaja 18 tahun itu ingin memberi bukti lebih awal bahwa keputusan Solari mempercayainya tidak salah dan berharap Zidane tetap menggunakan tenaganya setelah ini.

Namun, tidak semua pemain senior bakal gembira dengan kembalinya Zidane. Gareth Bale salah satunya. Hubungannya dengan Zidane memang tidak terlalu baik. Bahkan, beberapa saat setelah Zidane mundur tahun lalu, eks pemain Tottenham Hotspur itu mengatakan bahwa dia tidak pernah berkomunikasi dengan Zidane setelah final Liga Champions di Kiev.

Faktor lainnya yang membuat Zidane kembali adalah hubungannya dengan presiden Florentino Perez yang kembali hangat. Ya, Perez sebelumnya dikabarkan jadi salah satu penyebab Zidane mundur tahun lalu. Kini, ego keduanya dilebur untuk satu cinta bernama Real dan itu yang membuatnya menolak beberapa tawaran dari klub lain seperti Juventus dan PSG.

”Saya tidak memikirkan masa lalu. Sebab, saya tidak akan kembali jika melakukannya,” ucap Zidane lagi. “Saya hanya memikirkan 11 jornada tersisa. Setelah itu, kami akan merencanakan untuk musim depan,” katanya. (koc)

Komentar telah ditutup.