Internasional

Sandal Jepit Dilarang di Situs Wisata di Italia

Redaktur: Nurhayat
Sandal Jepit Dilarang di Situs Wisata di Italia - Internasional

Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Garis pantai Cinque Terre di Italia memiliki status yang cukup mistis di antara para wisatawan. Siapa yang belum pernah melihat foto-foto rumah-rumah berwarna pastel yang dibangun di atas tebing terjal, dikelilingi oleh laut biru yang cerah, dan langsung jatuh cinta? Secara langsung, kawasan ini bahkan lebih spektakuler. Lima desa nelayan yang indah ini adalah situs warisan dunia UNESCO karena suatu alasan.

Tetapi jika anda bepergian ke sana musim panas ini hanya dengan sandal tipis dan sandal jepit, anda mungkin akan sedikit terkejut. Otoritas Taman Nasional Cinque Terre menjalankan kampanye informasi publik yang memperingatkan wisatawan untuk tidak memanjat tebing tanpa alas kaki yang sesuai. Dan jika anda memilih untuk mengabaikan peraturan itu, anda bisa dikenakan denda antara USD 56 atau Rp 805.000 hingga USD 2.826 atau Rp 40 juta. Itu semua karena tim penyelamat gunung menjadi semakin jengkel untuk selalu menyelamatkan pengunjung yang kurang persiapan di jalan setapak pegunungan.

Terdapat poster dan selebaran yang mengingatkan tentang denda dan peringatan yang dikeluarkan secara online saat anda membeli kartu Cinque Terre yang memungkinkan anda menggunakan semua bus dan kereta yang menghubungkan taman dan akses ke jalur trekking. Saat ini, situs web taman versi bahasa Inggris menyarankan para pejalan kaki untuk hanya mengikuti jalur yang sesuai dengan keahlian mereka dan untuk membawa krim matahari, topi, sepatu hiking, makanan dan persediaan lainnya.

“Ini adalah jalur yang sulit, dalam beberapa kasus, mirip dengan jalur gunung. Sangat penting untuk memiliki sepatu yang tepat!” kata Patrizio Scarpellini, direktur Taman Nasional Cinque Terre, pada CNN Travel. Scarpellini mengatakan bahwa Comandi Regione Carabinieri Forestale, sebuah kelompok penegak hukum, akan bekerja sama dengan mereka yang memantau jalan setapak untuk memberi tahu pengunjung mengenai larangan tersebut. “Dendanya akan sangat tinggi,” tambahnya. Larangan menggunakan sandal jepit adalah salah satu dari serangkaian langkah untuk mengakomodasi ribuan pengunjung yang turun di Cinque Terre selama musim panas.

La Genova Republicca melaporkan bahwa pengunjung tahun ini antara April dan Oktober diperkirakan akan mencapai 750.000, dimana tahun lalu hanya mencapai 450.000 pengunjung. Banyak dari pengunjung ini adalah wisatawan yang datang dari kapal pesiar. Ada juga diskusi tentang memperkenalkan pajak pariwisata, sebagai lanjutan dari keputusan Venesia bulan lalu. Ini hanyalah salah satu usaha Italia untuk mengatasi masalah overtourism yang semakin marak. Dalam beberapa bulan terakhir, Roma mengesahkan undang-undang yang melarang meminum minuman keras di jalan, penjelajahan pub yang teratur, dan berenang di air mancur kota. Sementara itu di Venesia, walikota kota itu, Luigi Brugnaro, mengajukan denda hingga  USD 585 atau sekitar Rp 80 juta untuk siapa saja yang duduk di tempat yang tidak seharusnya. (fay)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.