Megapolitan

Dipicu Cinta Segitiga, Eljon Tewas Dibunuh Saingan

Redaktur: Syaripudin
Dipicu Cinta Segitiga, Eljon Tewas Dibunuh Saingan - Megapolitan

ASMARA BERUJUNG BENCANA - Proses rekonstruksi pembunuhan Eljon Manik di Kampung Caman Raya Baru, Jakasampurna, Bekasi Barat, Selasa (12/3/2019). Foto: Deny Iskandar/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Cinta segitiga, Medy alias Daeng, 54, tega menghabisi nyawa Eljon Manik, 30. Eljon tewas setelah wajah bagian kirinya dihajar pelaku menggunakan tabung gas 3 kilogram (kg).

Mirisnya, jasad korban yang sudah tewas lantas dibungkus karung dan disangkutkan di bawah jembatan saluran air Cibening di Kampung Caman Raya Baru, Kecamatan Bekasi Barat.

Peristiwa itu terungkap saat kepolisian dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi Kota menggelar rekonstruksi pembunuhan sadis itu di Kampung Caman Raya Baru, Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat, Selasa (12/3/2019).

Polisi menetapkan Daeng bersama kekasihnya Wati alias WGS, 28, menjadi tersangka kasus pembunuhan tersebut. Wati disebut-sebut membantu aksi Daeng untuk menghabisi nyawa korban.

Jauh sebelumnya, jasad Eljon Manik ditemukan warga yang tengah memancing di saluran air tersebut, Senin (4/3/2019). Korban ditemukan tak bernyawa dan terbungkus karung berlapis plastik di saluran air Cibening.

Kematian korban diawali ketika mendatangi rumah Medy. Saat itu, Medy bersama Wati tengah tertidur pulas bersama anaknya. Melihat keduanya tertidur, korban mengeluarkan kata-kata kasar, dan berusaha merebut anak yang sedang dipegang Wati.

Setelah korban Eljon dan pelaku Daeng cek-cok mulut, Wati membawa anaknya ke dalam kamar. Kemudian Daeng langsung ke dapur dan mengambil tabung gas elpiji ukuran 3 kg. Tak lama, tabung itu dipukul ke arah wajah kiri korban hingga tersungkur.

Saat korban tak berdaya, pelaku Daeng terus memukuli kepala korban dengan tabung gas sebanyak enam kali. Akibatnya, Eljon tewas. Pertikaian ini dinyatakan pihak kepolisian bermotif dendam dan cinta segitiga.

Setelah korban dipastikan meninggal dunia, Wati mengambil barang-barang korban yakni sebuah dompet kulit warna hitam merk Dunhil berisikan uang Rp 100 ribu, satu unit handpone merk Samsung warna putih, dan satu unit handpone merk Nokia warna hitam.

”Ada 23 kali adegan dalam rekontruksi ulang atas pembunuhan pelaku kepada korban. Pertama dilakukan di rumah bedeng dengan 21 peragaan. Kedua peragaan di lokasi pembuangan jasad korban di saluran air Cibening di Kampung Caman Raya Baru,” terang Kanit III Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Herman Edco, di Bekasi, Selasa (12/3/2019).

Dalam reka ulang di bagian akhir, kata Herman, pelaku terlihat sendirian membuang jasad korban. Pelaku mengikat ujung karung, agar nantinya bisa diikatkan kembali ke sisi jembatan. ”Tujuannya agar karung yang berisi jasad korban tidak terbawa air," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono mengatakan, pembunuhan ini bermotif dendam dan asmara. ”Pelaku membunuh korban karena dendam dan merasa ditikung. Sebab diam-diam, korban berpacaran dengan Wati, yang merupakan kekasih pelaku,” katanya di lokasi rekontruksi, Selasa (12/3/2019)

Dalam rekonstruksi itu, polisi sempat kewalahan mengatur warga yang penasaran menyaksikan rekontruksi pembunuhan akibat cinta segitua tersebut. Warga yang menyaksikan langsung reka ulang itu berang dan kerap meneriaki pelaku dengan kata-kata kasar.

”Sudah sekalian saja masukan ke dalam kali itu orang," kata Marjuki, warga sekitar saat menyaksikan rekontruksi, Selasa (12/3/2019). Atas perbuatannya, pelaku Daeng dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Sedangkan, tersangka WGS alias Wati dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan karena mencuri telepon seluler korban serta Pasal 165 KUHP tentang Menyembunyikan Kasus Kejahatan. (dny)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Miris, Istri Digadaikan Rp 250 Juta Berakhir Bunuh-bunuhan

Megapolitan / Sering Dicaci Maki, Suami Bunuh Istri

Megapolitan / Habis Membunuh, Langsung Bunuh Diri

Megapolitan / Tolak Eksepsi, JPU Ngotot Pembunuh Satu Keluarga Dihukum Mati

Megapolitan / Mabes Turun Tangan, Penyidik Pembunuhan Diganti


Baca Juga !.