Daerah

BKSDA Evakuasi Orangutan

Redaktur:
BKSDA Evakuasi Orangutan - Daerah

PEDULI - Dua dari enam individu Orangutan bergelantungan di pohon setelah dilepaskan di dalam kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Kabupaten Melawi, Kalbar, Kamis (14/2/2019). Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi (IAR) Indonesia bersama Balai TNBBBR dan BKSDA Kalbar melepasliarkan enam individu Orangutan di kawasan tersebut. ANTARA FOTO/HO/Humas IAR Indonesia-Rudiansyah/jhw/wsj.

INDOPOS.CO.ID - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengevakuasi dua individu orangutan (Pongo abelii) , induk dan anak mengalami luka tembak senapan angin. Orangutan itu dievakuasi dari kebun warga di Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Provinsi Aceh.

”Evakuasi berlangsung pada Minggu (10/3). Kondisi induk saat dievakuasi memrihatinkan. Begitu juga anak orang utan tersebut, kekurangan nutrisi, sehingga menyebabkan satwa dilindungi tersebut mati saat dalam perjalanan ke lokasi karantina,” tutur Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo di Aceh, Selasa (12/3/2019).

Evakuasi melibatkan personel Satuan Konservasi Wilayah II Resor 17 Rundeng bersama mitra kerja Wildlife Conservation Center Indonesia Program (WCS-IP) dan Orangutan Information Centre (OIC).

Sapto menyebutkan, induk orangutan saat dievakuasi kurang sehat dengan kondisi luka kaki dan jari tangan. Mata induk orang utan tersebut juga terkena peluru senapan angin. Setelah berhasil ditangkap, anak dan induk orang utan tersebut ke lokasi karantina di Sibolangit, Sumatera Utara.

Namun, dalam perjalanan anak orang utan mati karena kondisinya malnutrisi. ”Anak orangutan tersebut dikubur di Sibolangit. Sedangkan hasil pemeriksaan induk orangutan di Sibolangit, ditemukan 73 butir peluru senapan angin,” ulasnya.

Selain itu, induk orangutan tersebut juga mengalami patah tulang tangan, kaki tangan, dan jari. Induk orang utan tersebut mengalami luka bacok bernanah di punggung. ”Kami menyesalkan dan mengutuk siapapun yang melukai serta menyiksa kedua individu orang utan tersebut. Kami bersama penegak hukum akan berupaya mengungkap pelaku kekejaman tersebut,” tegas Sapto berang. (ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Daerah / Populasi Orangutan Susut

Daerah / Populasi Orangutan Susut

Nasional / Anak Orang Utan Ini Gagal Diselundupkan ke Rusia

Daerah / Selamatkan Orangutan Gizi Buruk

Daerah / Selamatkan Orangutan Gizi Buruk

Nasional / Ada Harapan untuk Hope


Baca Juga !.