Banten Raya

Mudah Dibeli, Pelajar Tangerang Keranjingan Obat Daftar G

Redaktur: Syaripudin
Mudah Dibeli, Pelajar Tangerang Keranjingan Obat Daftar G - Banten Raya

Ilustrasi obat daftar G

INDOPOS.CO.ID - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tangerang menyebut, pelajar di daerahnya banyak yang mengkonsumsi obat keras atau obat daftar G. Penyalahgunaan obat-obatan ini terbanyak dilakukan pelajar SMP dan SMA. Dampak mengkonsumsi obat itu, para pelajar terlibat tawuran dan berbuat aksi kriminal.

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Tangerang Agus Sarullah mengatakan, temuan penyalahgunaan obat daftar G itu setelah pihaknya melakukan kajian kenakalan pelajar di wilayah tersebut. Dari kajian itu, hampir 85 persen pelajar yang terlibat kasus kriminal dan tawuran karena mengkonsumsi obat keras tersebut.

Para pelajar itu membeli obat daftaf G tanpa resep dokter di sejumlah toko obat berkedok apotek untuk mabuk.  ”Pelajar SMP dan SMA rentan memgkonsumsi obat-obatan. Penyebabnya mereka masih labil dan ingin merasakan sensasi mabuk,” katanya saat ditemui di Kantor BNNK Tangerang, Rabu (13/3/2019).

Agus menjelaskan, ada beberapa jenis obat daftar G yang gemar dikonsumsi para pelajar itu yakni tramadol, hexymer, dan alprazolam. Penyebab tingginya konsumsi obat keras ini karena harga yang terjangkau, serta akses yang mudah untuk membeli. ”Tiga obat itu lagi trend di kalangan pelajar. Efeknya daya hayal dan keberanian mereka muncul usai mengkonsumsi obat ini,” paparnya.  

 Karena obat itu, terang Agus lagi, merangsang jaringan sel pada otak.  Menurutnya juga, para pelajar mengkonsumsi obat keras ini dipicu beragam faktor. Seperti pergaulan, kelabilan psikologis, hingga rasa ingin tahu tentang sesuatu yang berbahaya.

Untuk mencegah itu, BNNK Tangerang melakukan diseminasi atau penyebarluasan informasi kepada masyarakat terutama sekolah-sekolah. Selain itu pihaknya juga mengandeng Dinas Pendidikan (Dindik) setempat agar berperan mengedukasi guru untuk mengawasi pergaulan para pelajar di lingkungan sekolah.

”Diseminasi dilakukan dari tingkat ini lingkungan masyarakat, sekolah, perusahaan, dan komunitas. Sedangkan advokasi seperti ke instansi Pemkot Tangerang dan kepolisian. Peran orang tua juga kami minta untuk melakukan pengawasan pergaulan anaknya,” cetusnya.

 Sementara itu, Kepala Dindik Kota Tangerang Abduh Surahman mengungkapkan, para pelajar mengkonsumsi obat daftar G karena kurangnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan anaknya. Pengaruh lingkungan yang cepat merangsang psikologis pelajar mengkonsumsi obat daftar G tersebut.

”Alhamdulilah untuk di sekolah tidak ada yang melakukannmya. Temuan itu mungkin ada di lingkungan tempat tinggal para siswa. Kalau disekolah tidak mungkin terjadi,” ucapnya. Dia juga meminta para orang tua murid mengawasi pergaulan ankya di lingkungan rumah.

Pengamat Pendidikan Universitas Indonesia (UI) Hanamen Samuel menuturkan, merebaknya penggunaan obat keras oleh kalangan pelajar itu disebabkan ketidaktegasan Pemkot Tangerang mengawasi toko obat dan apotek yang menjual obat daftar G tersebut. Akibatnya, obat keras itu sangat mudah didapatkan para pelajar tersebut.

”Pemkot, kepolisian dan BNNK harus mengawasi dan merazia toko yang menjual obat daftar G itu. Bila perlu pedagangnya ditangkap dan izin operasi usahanya ditutup. Kalau didiamkan saja, tanpa ada sanksi tegas akan merusak para pelajar yang jadi generasi penerus bangsa,” cetusnya. (cok)

 

Berita Terkait

Banten Raya / Tindak Tegas Toko Penjual Obat Daftar G Ilegal


Baca Juga !.