Lifestyle

April, Jalur Pendakian Kembali Dibuka

Redaktur: Sicilia
April, Jalur Pendakian Kembali Dibuka - Lifestyle

ALAMI-Keindahan Gunung Rinjani menjadi daya tarik para wisatawan. Mereka bisa tracking sekaligus menikmati alam pegunungan. Foto: ist

INDOPOS.CO.ID - Jalur pendakian ke Gunung Rinjani sempat ditutup akibat gempa yang mengguncang Lombok pada 29 Juli 2018 lalu. Namun, saat ini pendakian ke Gunung Rinjani akan kembali dibuka.

Pembukaan jalur pendakian ini dikarenakan kondisi beberapa jalur yang sudah memungkinkan untuk dilewati. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Sudiyono menyatakan, jalur pendakian Gunung Rinjani akan dibuka awal April 2019.

Sebelum dibuka, kata Sudiyono, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani beserta stake holder terkait akan melakukan persiapan. Salah satunya adalah survei di bulan ini. 

''Rencana dibuka awal bulan April. Tapi sebelumnya kita lakukan kegiatan pertemuan teknis, lalu survei di bulan ini. Kami melibatkan pula TNI, Polri, BMKG, BPBD dalam prosesnya,'' kata Sudiyono.

Dia menjelaskan, terdapat empat jalur yang rencananya akan kembali dibuka. ''(Dibuka) untuk jalur pendakian Sembalun, Senaru, Air Berik, Timbanuh dengan jalur sesuai kesepakatan hasil survei,'' terangnya. Sudiyono menyebut, proses selanjutnya adalah kajian bersama. 

Terkait keamanan pendakian dan sejauh mana pendaki boleh menjelajah Gunung Rinjani. ''Hasil kajian itu akan diketahui fasilitas mana yang bisa diperbaiki dan mana yang belum. Kemudian nanti April bisa dibuka sampai mana, itu atas dasar kajian. Karena pasti tidak sama dengan sebelum adanya gempa,'' kata dia.

Sudiyono menjelaskan, terdapat beberapa pertimbangan kelayakan atas dibukanya kembali jalur pendakian Gunung Rinjani ini. Menurut dia, dasar dalam menentukan layak tidaknya suatu jalur untuk dipakai sebagai jalur pendakian antara lain sepanjang pendakian aman untuk dipakai. ''Tersedia tempat untuk camping atau istirahat, tersedia cukup air pada jarak-jarak tertentu, dan aman dari bahaya longsor,'' tuturnya.

Selain itu, fasilitas seperti pos pengawasan, MCK atau toilet, dan spot wisata juga menjadi hal yang diperhatikan oleh pihak pengelola TNGR. (dew)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Lifestyle / Kraken si Raksasa Pintar

Lifestyle / Kerlap-Kerlip Taman Digital

Lifestyle / Menegangkan, Atraksi Sirkus di Atas Es

Lifestyle / Melihat Seni Lukis Dipadu Teknologi Digital

Megapolitan / Museum di Jakarta Target Kunjungan Wisman Eropa

Megapolitan / Pegiat Medsos Bisa Ikut Keliling Museum


Baca Juga !.