Ekonomi

Sinergi Perkuat Laku Pandai

Redaktur: Jakfar Shodik
Sinergi Perkuat Laku Pandai - Ekonomi

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) memperkuat sinergi dengan induk usaha PT Bank Mandiri (BMRI). Penguatan itu terutama dalam program Laku Pandai alias Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif.

”Kami bersinergi dengan Bank Mandiri supaya lebih maksimal,” tutur Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso, di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Program Laku Pandai mempermudah para pensiunan memanfaatkan jasa perbankan. Atau  mengambil uang pensiuanan. Dengan begitu, tidak harus datang ke cabang. Selain itu, banyak juga tertarik jadi agen Laku Pandai. Laku Pandai adalah program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk penyediaan layanan perbankan atau layanan keuangan lain melalui kerja sama dengan pihak lain (agen bank). Dan, didukung penggunaan sarana teknologi informasi.

Produk-produk disediakan dalam program itu tabungan dengan karakteristik Basic Saving Account (BSA), kredit atau pembiayaan kepada nasabah mikro, dan produk keuangan lainnya seperti Asuransi Mikro. Tidak menutup kemungkinan kerja sama dengan financial technology (Fintech) di era disruption, teknologi digital. ”Ya, kita akan kolaborasi tanpa menggeser bisnis Mantap dengan fokus utama pensiuan dan aparatur sipil negara (ASN),” tegasnya.

Sementara itu, perusahaan memperkenalkan KPR Combo untuk membantu kepemilikan rumah buat ASN, TNI, dan Polri. Maklum, program KPR Combo sudah lama ditunggu-tunggu ASN, TNI, dan Polri. ”Mereka minta program itu segera diwujudkan. Tidak sedikit ASN, TNI, dan Polri, tinggal di asrama. Saat sudah usia 40 tahun, belum punya rumah,” ucap Executive Vice Presiden Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo.

Produk KPR Combo bertujuan memberikan pembiayaan kepemilikan rumah atau rumah susun/apartemen kepada calon debitur dengan tenor dari pegawai aktif sampai melewati usia pensiun atau maksimum sampai calon debitur berusia 65 tahun. ”Debitur aktif mengambil KPR di Bank Mandiri dan pensiun dari kedinasan pembiayaan itu dialihkan ke Bank Mantap,” tambah Direktur Bisnis Bank Mantap Nurkholis Wahyudi.

Bank Mantap merupakan bentuk sinergi untuk negeri dari 2 BUMN yaitu PT Bank Mandiri dan PT Taspen (Persero) sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali. Lalu, secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per 23 Desember 2017 seiring dengan keluarnya izin OJK untuk penggunaan nama baru tersebut.

Hingga akhir Februari 2019, total Asset Bank Mantap berada di posisi Rp 20,86 triliun atau tumbuh 38,3 persen. Sedang posisi dana pihak ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp 15,18 triliun atau tumbuh 38,9 persen. Untuk penyaluran kredit berkisar Rp 16,33 triliun atau meningkat 42,1 persen. 

Khusus untuk penyaluran kredit pensiunan Rp 14,86 triliun dengan persentase tumbuh 54,7 persen. Sedang laba bersih dihasilkan Rp 64,2 miliar atau naik 28,4 persen dari periode tahun sebelumnya. ”Saat ini, Bank Mantap mempunyai jaringan kantor 274 jaringan tersebar di 34 provinsi,” tegasnya. (dai)

Baca Juga


Berita Terkait

Ekonomi / Bank Mandiri Taspen Bertekat Naik Kelas 2021

Ekonomi / Bank Mantap Genjot DPK


Baca Juga !.