Megapolitan

Percepat Penyelesaian PTSL, BPN Banten Luncurkan Aplikasi Smart

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Percepat Penyelesaian PTSL, BPN Banten Luncurkan Aplikasi Smart - Megapolitan

DIGITALISASI- Kakanwil BPN Banten Andi Tenri Abeng (tengah) menjelaskan penggunaan aplikasi Smart PTSL. FOTO: YASRIL CHANIAGO/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Sebanyak 88 petugas pengambil data yuridis daru 44 desa yang tersebar di 11 kecamatan Kabupaten Lebak mendapatkan  pelatihan lanjutan penggunaan aplikasi Smart pendaftaran tanah untuk pertama kali atau PTSL. Pelatikah dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lebak yang bertujuan mempercepat penyelesaian Program Pendaftaran  Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2019 di Kabupaten Lebak, Banten.

Hadir Kanwil BPN Banten Andi Tanri Abeng di balai Desa Sekarwangi, Kecamatan Curubitung. ”Kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan  agar para petugas pengambil data yuridis ini bisa memahami fungsi dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dalam membuat sertifikat tanah berbasis IT,” terang Kasubag TU BPN Lebak Heru Herlambang kepada INDOPOS Kamis,sore (14/3/2019)

Sementara Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Banten, Andi Tenri Abeng mengatakan, pelatihan ini merupakan latihan lanjutan agar para petugas ini bisa memahami lebih lanjut tentang tata cara dalam melaksanakan tugas sebagai petugas pengumpul data yuridis di desa yang berbasis IT.”Petugas ini akan mendatangi pemilik tanah sekaligus menanyakan bagi masyarakat yang akan membuat sertifikat tanah,” jelasnya.

Andi menjelaskan,  aplikasi Smart PTSL adalah aplikasi pengumpulan data fisik dan yuridis yang berbasis GIS (Geografi Information System) yang dioperasionalkan dengan smartphone dengan fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan PTSL.

Sementara pengambil data yuridis itu direkrut dari masyarakat desa, dan sebelumnya mereka sudah dibekali pemahaman penggunaan aplikasi sistem entri data terintegrasi (Santri). M aka sebagai lanjutannya petugas dibekali lagi pelatihan lanjutan dengan aplikasi Smart.”Jadi perbedaannya, aplikasi Santri ini itu hanya mendata masyarakat berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang merupakan pemohon pembuat sertifikat tanah. Sedangkan untuk aplikasi Smart itu sebagai data lanjutan pemohon dengan data bidang tanahnya,” terang Andi.

Ia menambahkan, 88 orang petugas pengambil data yuridis di 44 desa tersebut nantinya bekerja mendatangi masyarakat sekaligus menanyakan masyarakat yang akan membuat sertifikat tanah..”Data yang sudah d entri di aplikasi Santri ini nantinya dimasukan ke data besar milik BPN. Petugas kembali mencocokan nama dan NIK yang ada di data tersebut dengan membawa aplikasi Smart sekaligus membawa formulir dan persyaratan lainnya untuk dilengkapi oleh pemohon sebagai tindak lanjut pembuatan sertifikat tanah,” tuturnya.

Progam aplikasi Santri dan Samrt PTSL ini bertujuan untuk mendekatkan pelayan kepada masyarakat selaku pemohon pembuat sertifikat tanah.”Ada 44 Desa di 11 Kecamatan di Kabupaten Lebak yang mendapatkan program PTSL denga target sebanyak 54.700 bidang tanah. Semoga nantinya mereka bisa memaksimalkan pelayan ini untuk masyarakat,” ungkapnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Sekarwangi, Asep Sutisna mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi adanya aplikasi Santri dan Smart. Bahkan, pihaknya tidak menyangka dalam penyampaian program ini dihadiri langsung oleh Kakanwil BPN Banten.”Di desa Sekarwangi untuk pengajuan PTSL sebanyak 2.663 bidang,namun yang terealisasi atau SHT hanya 450 bidang. Semoga sisanya bisa diselesaikan di tahun ini juga,” paparnya.(yas)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Banten Raya / BPN Banten Gagas PPAT Award

Daerah / Ramadan, Pegawai BPN Banten Diminta Terus Semangat

Banten Raya / BPN Kabupaten Tangerang Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf

Megapolitan / Kanwil BPN Banten Rekrut Ratusan Petugas Ukur

Banten Raya / BPN Banten Terapkan Reward Punishment

Banten Raya / BPN Banten Targetkan 400 Ribu PTSL 2018


Baca Juga !.