Nasional

Sertifikasi Profesi Jadi Kebutuhan Penting Sektor Jasa

Redaktur:
Sertifikasi Profesi Jadi Kebutuhan Penting Sektor Jasa - Nasional

TINGKATKAN KUALITAS - Para peserta sertifikasi terapis spa yang digelar di Amrita Vimala Spa, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, kemarin (14/3/2019). Foto : Neli/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Sertifikasi profesi di berbagai bidang makin geliat dilakukan di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir sejak dikumandangkannya kerja sama Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sertifikasi menjadi hal yang lazim diperbincangkan.

Itu karena perlunya standarisasi pelayanan antarnegara Asean. Tak mau ketinggalan, Indonesia juga sudah mulai melakukan sertifikasi profesi di berbagai bidang. Khusunya jasa sektor pariwisata seperti perhotelan dan spa. 

”Tahun ini target sertifikasi 70 ribu orang (asesi). Untuk pelatihan asesor 500 orang, dan pelatihan perpanjangan sertifikat asesor 500,” terang Asisten Deputi SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Pariwisata, Wisnu Bawa Tarunajaya, Kamis (14/3/2019). 

Tiap tahun, target peserta meningkat, seiring sertiikasi menjadi satu kebutuhan. Geliat tersebut juga terlihat dari peserta mandiri yang terus mengalami peningkatan. ”Kalau yang saya sebutkan tadi kan masih pakai anggaran pemerintah pusat, ke depan daerah juga perlu menganggarkan. Karena pemerintah pusat sifatnya hanya pemicu, diikuti oleh mandiri seperti industri,” terangnya.

Dari 70 ribu target sertifikasi tersebut, 5 ribu di antaranya adalah sertifikasi bidang spa. ”Spa sudah menjadi satu kebutuhan untuk masyarakat Indonesia. Apalagi spa kita terkenal sampai ke luar negeri. Tak sedikit orang luar negeri yang datang ke Indonesia hanya untuk menikmati spa. Sehingga sertifikasi spa sangat penting,” tambahnya. 

Sejalan dengan kebutuhan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Spa Nasional, menggelar sertifikasi di Amrita Vimala Spa, Jalan Gatot Subroto, Jakarta 13-14 Maret. Kegiatan kali ini diikuti 100 orang. 

”Tidak bisa dipungkiri bahwa daya saing industri pariwisata ditentukan oleh kualitas industri dan kualitas SDM, untuk itu tujuan diadakannya uji kompetensi sertifikasi pada terapis spa. Ini juga untuk memberikan pengakuan atas kompetensi profesi yang dimiliki tenaga kerja di bidang Spa,” kata Ketua LSP Spa Nasional, Tenri. 

Perempuan yang juga sebagai salah satu asesor bidang spa tersebut menjabarkan, kegiatan sertifikasi meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja bidang terapis Spa. Selain itu juga meningkatkan kompetensi sertifikasi memahami pentingnya profesional dan legalitas, ketika berlakunya MEA untuk siap bersaing dengan tenaga kerja asing.

”Uji kompetensi ini disambut antusias oleh praktisi spa karena sangat berdampak baik bagi jenjang karir dari praktisi itu sendiri serta perusahaan yang tempat bernaung mereka selama ini. Sehingga dapat memberikan pelayanan yang jauh lebih profesional dan kompeten tentunya,” tambahnya. 

Seiring dengan meningkatnya kompetensi dan jenjang karir para praktisi, pastinya sumber pendapatan juga akan lebih meningkat. Tahun ini saja, DKI Jakarta mendapatkan kuota sebanyak 100 orang, diikuti lebih dari 20 industri yang tersebar di ibu kota. 

”Para terapis yang mengikuti ujian mengikuti instruksi yang diberikan oleh asesor. Asesor menggali kompetensi para peserta baik dari segi pengetahuan, keterampilan dan juga etika, sehingga asesor dapat memberikan rekomendasi kepada para peserta ujian dengan tepat,” lanjut Tentri.

Para asesor yang bersertifikat kompetensi yang bertugas dalam uji kompetensi seperti Annie Savitri, Precillia Fredrica, Sofia Anggraini, Dewi Purnomo, dan Engeline Ruth Kansil, sementara pelaksana uji kompetensi Dewi Suryani. (nel)

Berita Terkait

Nasional / Butuh Label Wajib Sertifikasi Profesi Bidang Pariwisata


Baca Juga !.