Megapolitan

Transjakarta Klaim Lakukan Audit Menyeluruh

Redaktur: Muhammad Izzul Mutho
Transjakarta Klaim Lakukan Audit Menyeluruh - Megapolitan

MASIH PROSES PENYELIDIKAN-Sejumlah petugas berusaha memadamkan api yang membakar busway di Jalan Pos Besar, Pasar Baru, Jakarta, Senin (18/2/2019). Foto: Antara Foto/Muhammad Adimaja

INDOPOS.CO.ID – Kebakaran busway sudah terjadi beberapa kali. Yang terakhir, pada Senin (18/2/2019) malam pukul 20.33 WIB, satu unit bus Transjakarta terbakar di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Saat ini, Pemprov DKI Jakarta menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi. Juga kepolisian. Terbakarnya bus Transjakarta memantik permintaan dilakukan audit.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik, Rabu (13/3/2019) mengatakan, selama ini kejadian busway terbakar sudah sering. Namun semuanya seolah-olah ditutup-tutupi tanpa ada penjelasan apapun kepada publik. “Kami minta masalah ini secepatnya diungkap ke publik,” katanya.

Selain itu, Taufik juga mendorong dilakukannya audit menyeluruh terhadap seluruh armada dan perawatan, termasuk keterampilan para pengemudi Transjakarta saat mengalami kejadian busway terbakar.

PT Transjakarta angkat bicara.“Kami tengah audit secara menyeluruh setelah kebakaran bus Transjakarta di Pasar Baru,” aku Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono kepada INDOPOS, Kamis (14/3/2019).

Langkah audit tersebut dilakukan, menurut Agung, paralel dengan proses investigasi yang dilakukan oleh KNKT. Setelah kebakaran, semua armada bus Transjakarta jenis Hino CNG masih digrounded (tidak beroperasi). “Selama proses investigasi semua armada Hino CNG masih kita grounded,” katanya.

Terpisah, pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan mengatakan, PT Transjakarta jangan hanya melakukan evaluasi pada jenis kendaraan yang sejenis saat peristiwa kebakaran di Pasar Baru. Karena, ia menduga munculnya musibah kebakaran pada bus Transjakarta merupakan akibat dari pengawasan perawatan yang masih longgar.

“Kalau menurut saya, evaluasinya harus menyeluruh semua armada, jangan hanya yang sejenis. Karena kebakaran ini bisa muncul karena akibat dari proses perawatan,” ujarnya.

Ia menuturkan, hasil investigasi KNKT bisa menjadi rekomendasi kuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memberikan sanksi. Selain itu, rekomendasi tersebut juga sangat bermanfaat bagi PT Transjakarta untuk melakukan perbaikan layanan secara menyeluruh.

“Ya kalau rekomendasi KNKT tidak disanksikan lagi. Bisa saja kalau ada pelanggaran, Pemporv DKI memberikan sanksi. Dan dari hasil itu pula PT Transjakarta bisa melakukan perbaikan, agar tidak terulang peristiwa yang sama di kemudian hari,” katanya.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko menegaskan, dari hasil investigasi KNKT pihaknya bisa menarik kesimpulan atas peritiwa kebakaran bus Transjakarta di Pasar Baru. Jika ditemukan kelalaian PT Transjakarta, menurut Sigit, pihaknya bisa memberikan sanksi. “Pemprov DKI Jakarta dan PT Transjakarta ada kesepakatan, kalau ada pelanggaran kita bisa berikan sanksi,” ujarnya.

Sementara itu, seorang penumpang Transjakarta ditusuk di Halte BKN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (14/3/2019). Korban berinisial ES, 29, diduga ditusuk pelaku yang diketahui bernama Sudirman, 52, sekitar pukul 11.20. Akibatnya, korban menderita luka di kaki.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan, saat itu pelaku dan korban duduk berdampingan. Namun, tiba-tiba pelaku menusuk korban. "Korban duduk di samping pelaku dengan posisi kaki kiri ditumpangkan di lutut kaki kanan. Tiba-tiba pelaku menusuk paha sebelah kiri dengan badik yang memang sudah dibawa pelaku dari rumah," kata Ady saat dihubungi, Kamis (14/3/2019).

Melihat kejadian ini, para penumpang berlarian karena takut diserang. "Pelaku dan barang bukti diamankan pihak sekuriti Transjakarta, selanjutnya diserahkan ke Polsek Kramatjati guna pengusutan lebih lanjut," tuturnya.

Pihak TransJakarta menyebut insiden itu sebagai perkelahian antarkonsumen. "Kejadian tersebut merupakan perkelahian antarkonsumen disebabkan karena sikap duduk di halte," kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Humas TransJakarta Nadia Diposanjoyo dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (14/3/2019).

Pelaku yang tidak terima, disebutnya, sempat menegur korban. Tetapi tiba-tiba pelaku mengeluarkan badik dan menusuk korban di bagian paha. "Pelaku menegur karena keberatan akan sikap korban yang duduk dengan mengangkat kaki. Lalu secara mendadak pelaku mengeluarkan senjata tajam kemudian melukai di bagian kaki," paparnya.

Dalam rilisnya, Nadia menyampaikan petugas langsung mengamankan pelaku saat itu. Pelaku disebutnya menyembunyikan senjata tajam jenis badik di pinggang."Dari penggeledahan ditemukan senjata tajam yang disembunyikan di pinggang," imbuhnya. Pelaku selanjutnya diamankan di Polsek Kramat Jati.

Kapolsek Kramat Jati Kompol Nurdin AR menyampaikan motif penusukan gara-gara korban mengangkat kaki."Dia ini trauma dengan orang yang angkat kaki, persoalannya cuma gara-gara ada yang angkat kaki," kata Nurdin.

Nurdin mengatakan pelaku merasa tersinggung karena korban mengangkat kaki selagi dia duduk di sebelahnya. Dia merasa perilaku itu sudah menghina harga dirinya."Dia merasa terhina kalau ada orang angkat kaki di sebelahnya, langsung ditusuk pakai badik," sambungnya.

Menanggapi ini, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mendesak Gubernur Anies Baswedan segera mencopot dirut Transjakarta dan merombak jajaran direksi lainnya. Sebab, berulang peristiwa yang membuat penumpang tidak aman. “Segera pecat dirutnya. Kalau terus dibiarkan semakin tidak benar nih busway,” ujar Taufik.

Taufik menilai, pengelola transjakarta tidak mampu melakukan pembenahan pada angkutan masal yang sangat penting bagi warga ibu kota itu. “Saya akan bicara dengan gubernur agar Transjakarta segera dibenahi,” kata Taufik. (nas/wok)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / MRT Jakarta Belum Optimal, Integrasi Moda Transportasi Minim

Megapolitan / Makam Pangeran Jayakarta Segera Direstorasi

Megapolitan / Polemik IMB Pulau Reklamasi, Anies Tak Jauh Beda dari Rezim Dulu

Megapolitan / Siapapun Gubernurnya, Pembangunan Pulau Reklamasi Jalan Terus

Megapolitan / Saat Mudik, 411 Pengemudi Dinyatakan Tidak Laik Berkendara

Megapolitan / Berlindung di Balik Pergub yang Dibuat Ahok


Baca Juga !.