Megapolitan

Catat! Akhir Maret Bongkar 10 Reklame, Menunggu Pengadaan Alat Pendukung

Redaktur: Muhammad Izzul Mutho
Catat! Akhir Maret Bongkar 10 Reklame, Menunggu Pengadaan Alat Pendukung - Megapolitan

DISEGEL - Salah satu reklame yang ditertibkan di Jakarta. Foto: Joesvicar Iqbal/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penertiban sejumlah reklame di kawasan kendali ketat. “Kami menargetkan akhir bulan ini membongkar 10 reklame yang sudah disegel,” ujar Kepala Satuan Pamong Praja (Kasatpol PP) DKI Jakarta Arifin kepada INDOPOS, Kamis (14/3/2019).

Saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan tim penertiban reklame yang di dalamnya terdiri atas beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Satpol PP. “Kami membahas reklame yang sudah disegel,” katanya.

Ia menuturkan, beberapa reklame yang disegel telah bersurat kepada pihaknya. Agar diberikan waktu untuk pembongkaran sendiri. “Kita sudah memberikan batasan waktu sampai 6 Desember 2018. Jadi kalau sampai sekarang belum dibongkar, maka semua perizinan tidak kami berikan (blacklist),” ungkapnya.

Lebih jauh Arifin mengungkapkan, untuk pembongkaran, pihaknya masih menunggu proses pengadaan alat pendukung. Seperti cran yang fungsinya untuk mengangkut reklame setelah dibongkar dan truk pengangkut.“Anggaran pembongkaran besarannya berkisar Rp10 miliar,” ujarnya.

Ia menegaskan, tidak ada ampun lagi dan akan membongkar semua reklame yang sudah disegel. Kendati demikian, ia memberikan kesempatan kepada seluruh pemilik reklame agar segera melakukan pembongkaran sendiri hingga akhir Maret ini.“Kalau tidak mau tebang sendiri akan kita tertibkan. Semua akan kami tebang,” katanya.

Arifin kembali mengimbau seluruh pemilik reklame di kawasan kendali ketat yang disegel untuk melakukan pembongkaran sendiri. Ia berharap mereka taat pada hukum yang berlaku di Pemprov DKI Jakarta. “Kita akhir Maret ini akan tertibkan 10-an reklame dan yang lain menyusul,” bebernya.

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpesan agar pemilik reklame taat pada hukum yang berlaku. Ia menginginkan penertiban bisa dilakukan lebih cepat. “Kita tunggu, semua akan ditertibkan,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada 290 reklame di kawasan kendali ketat yang dinyatakan melanggar pada tahun lalu. Akhir 2018, ada 60 reklame sudah ditertibkan. Sementara pada awal tahun ini 48 reklame juga ditertibkan. Sedangkan 182 reklame lainnya telah disegel. (nas)

Berita Terkait

Megapolitan / Idealnya Setiap RW Punya Taman

Megapolitan / Transjakarta Klaim Lakukan Audit Menyeluruh

Megapolitan / Angka Parkir Baru Belum Kunjung Beres

Megapolitan / Atasi Banjir, Siapkan Pompa Mobile


Baca Juga !.