Hukum

Diduga Sebarkan Ujaran Kebencian Faizal Asegaf Dipolisikan

Redaktur: Nurhayat
Diduga Sebarkan Ujaran Kebencian Faizal Asegaf Dipolisikan - Hukum

LAPOR: Pelapor didampingi kuasa hukumnya melaporkan dugaan ujaran kebencian ke polisi. Foto: Josevicar Iqbal/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Seorang Aktivis, Faizal Asegaf, dilaporkan perwakilan habib dan ulama Jakarta ke Polda Metro Jaya. Terlapor diduga telah menyebarkan ujaran kebencian dan penghinaan melalui media elektronik media sosial Facebook dan Twitter terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Jumat (15/3/2019).        


Perwakilan Habib dan Ulama Jakarta, Habib Abdurakhman Fikriri Assegaf didampingi pengacaranya melapor ke SPKT Polda Metro Jaya. Faizal Asegaf dilaporkan berdasarkan  laporan Polisi Nomor : LP/1585/III/2019/PMJ/Dit posts. Reskrimsus.         


"Terlapor menyebabkan ujaran kebencian di Facebook dan Twitter yang ditujukan kepada gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan," tegasnya pada wartawan di Jakarta Jumat (15/3/2019). 


Dia menambahkan, perbuatan Faizal Asegaf yang diduga menyebarkan ujaran kebencian terhadap Gubernur DKI Anies Baswedan sangat memalukan habib dan ulama khususnya dari keluarga Asegaf.  


"Perbuatan Faizal Asegaf diduga menyebarkan ujaran kebencian kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sesungguhnya sangat memalukan para Habib dan Ulama. Apalagi Faizal Asegaf seorang yang berasal dari keluarga Asegaf dan kami pihak keluarga Asegaf merasa perbuatan terlapor mempermalukan keluarga besar Asegaf," urainya.           


Menurut Penasihat Hukum Pelapor, Faizal Alhasyimi bahwa kejadian bermula terlapor pada hari Rabu (13/3/2019) memposting 4 posting yang diduga dianggap penghinaan terhadap Anies Baswedan di akun milik pribadinya Facebook dan Twitter. Kliennya ini merasa dicemarkan nama baik keluarga besarnya karena Habib Fikri ini juga bermarga Asegaf sementara Faisal melalui cuitan atau pembicaranya twitternya itu memakai marga Asegaf.    


Atas perbuatannya, Faizal Asegaf diancam dengan Undang Undang ITE  khususnya pasal 28 yang berbunyi Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). (ibl) 

 



Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Ahmad Dhani Buka Sekolah Tinggi Ilmu Kesabaran

Headline / Sidang Ricuh, Pengacara Ahmad Dhani Anggap Penahanan Tidak Sah

Viral / Sebelum Sidang Kedua, Ahmad Dhani Tulis Surat, Ini Isinya


Baca Juga !.