Hukum

Status Perkara Kasus Korupsi Bank BJB Syariah akan Ditingkatkan ke Penyidikan

Redaktur: Novita Amelilawaty
Status Perkara Kasus Korupsi Bank BJB Syariah akan Ditingkatkan ke Penyidikan - Hukum

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (tengah) memberikan terangannya di Mabes Polri, Jakarta. Foto: Dhika/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, akan meningkatkan status perkara tindak pidana korupsi pencairan kredit fiktif Bank BJB Syariah ke PT Hastuka Sarana Karya (HSK) dan CV Dwi Manunggal Abadi dari penyelidikan ke penyidikan diikuti penetapan tersangka baru.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan, akan ada satu tersangka baru terkait kasus tersebut. Terlebih penyidik telah melakukan gelar perkara dugaan tindak pidana korupsi yang telah merugikan keuangan negara sebesar Rp548 miliar itu.

"Saat ini tim penyidik masih melakukan gelar perkara secara intenal. Setelah gelar perkara mengumpulkan keterangan dan alat bukti, statusnya akan naik ke penyidikan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/3/2019). 

Peningkatan status perkara ini karena ditemukan perbuatan melawan hukum. Mengingat pemegang saham paling besar Bank BJB adalah mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan seharusnya  ada pertanggung jawaban. 

"Makanya perlu analisa komprehensif terhadap keterangan tersangka terdahulu. Di situ kan ada perbuatan melawan hukum itu. Harusnya Pak Aher tahu itu sebagai pemegang saham mayoritas di Bank BJB," terangnya. 

Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan telah diundang tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi, Rabu (13/3/2019) setelah penyidik menemukan adanya fakta baru yang mengarah pada Aher.

Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan mantan pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Bank Jabar Banten Syariah (BJBS) Yocie Gusman sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian kredit BJBS kepada debitur atas nama PT. Hastuka Sarana Karya periode 2014 hingga 2016. (dan)

Berita Terkait


Baca Juga !.