Nasional

Jumlah Perpustakaan Indonesia Tertinggi ke-2 Dunia

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Jumlah Perpustakaan Indonesia Tertinggi ke-2 Dunia - Nasional

MAJU-Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan di Hotel Bidakara, Jakarta.FOTO:IST

INDOPOS.CO.ID - Kelembagaan Perpustakaan saat ini menjadi elemen penting dalam pembangunan nasional. Pemerintah pun menunjukkan perhatian yang besar untuk pengembangan dan peningkatan peran perpustakaan di masyarakat. Pada 2019 ini, perpustakaan masuk dalam program dan kegiatan Prioritas Nasional perihal “Penguatan Literasi untuk Masyarakat” dengan indikator “Meningkatnya Kualitas Pelayanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.”

Dengan demikian, perpustakaan pada kali ini mengusung tema besar “Pustakawan Berkarya Mewujudkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”.

Masuknya perpustakaan dalam Prioritas Nasional memberikan amanat kepada Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) untuk meningkatkan dan mengembangkan layanan perpustakaan di seluruh Indonesia yang berbasis inklusi sosial untuk kesejahteraan masyarakat. Layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial adalah hadirnya layanan perpustakaan sebagai ruang publik yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya untuk meningkatkan kesejahteraan.

Dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan yang diselenggarakan pada 14 -16 Maret 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia saat ini memiliki 164.610 perpustakaan. Itu menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah infrastruktur perpustakaan terbanyak nomor dua. “Infrastruktur perpustakaan Indonesia nomor dua berada di bawah India yang memiliki 323.605 perpustakaan, dan berada di atas Rusia dengan 113,440 perpustakaan dan China di urutan keempat dengan 105,831 perpustakaan”, lanjut beliau.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo dalam pidatonyanya menyampaikan perpustakaan memiliki peran penting dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, mandiri dan mampu berdaya saing di era global. “Salah satu peran penting tersebut ialah membangun ekosistem masyarakat berpengetahuan (knowledge based society),” ungkapnya.

Dalam akhir sambutannya, Mendagri juga menekankan kepada seluruh pemerintah daerah untuk segera membentuk Dinas Perpustakaan bagi pemerintah daerah yang belum memilikinya, Memperkuat struktur kelembagaan dan tata laksana perpustakaan kecamatan dan desa/kelurahan; Mendorong penyelenggaraan Perpustakaan Umum pada tingkat provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Desa/Kelurahan berjalan dengan baik; Memacu pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah, pentingnya pembangunan perpustakaan di wilayah tertinggal, terdepan, terluar dan perbatasan (3TP).(srv)

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Perpustakaan Harus Lakukan Transformasi Inklusi Sosial

Nasional / Perpustakaan di Daerah Masih Memprihatinkan


Baca Juga !.