Internasional

PBNU dan MUI Kutuk Pembantaian Jamaah Masjid di Selandia Baru

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
PBNU dan MUI Kutuk Pembantaian Jamaah Masjid di Selandia Baru - Internasional

KECAM- Robikin Emhas.FOTO:IST

INDOPOS.CO.ID - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Majelis Ulama Indonesia mengutuk keras tragedi pembantaian puluhan muslim di Masjid Deans Avenue dan tujuh orang terbunuh di Masjid Linwood, Selandia Baru.

”Kita belum tahu pasti siapa pelaku dan apa motifnya. Namun siapa pun dan apa pun motifnya, itu tindakan biadab. Tindakan yang bukan hanya sangat tidak berperikemanusiaan dan jauh dari nilai agama, namun juga jauh dari akal sehat manusia itu sendiri. Dunia layak mengutuknya,”ungkap Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas, Jumat (15/3/2019).

Robikin berharap otoritas Selandia Baru segera dapat memulihkan keadaan agar masyarakat merasa aman kembali. ”Pelakunya juga dapat ditangkap hidup-hidup, sehingga diperoleh keterangan memadai siapa dan apa motifnya serta dapat diseret ke pengadilan untuk dimintai pertanggung jawaban. Satu dan lain hal agar otoritas New Zealand dapat mengambil kebijakan strategis lebih jauh untuk melindungi masyarakat,” tegas Robikin.  

Hal senada juga dinyatakan oleh Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh. ”MUI berduka cita atas wafatnya puluhan jamaah salat Jumat di dua Masjid di Christchurch, NZ dan mengutuk  atas tororisme yang dilakukan,” ungkapnya.  

Niam menyatakan pihaknya mengutuk keras aksi teror anti-Islam di Selandia Baru. Tindakan itu merupakan tindakan biadab yang bertentangan dengan perikemanusiaan. ”Ini adalah tragedi kemanusiaan terkeji di dunia yang mencederai kemuliaan manusia,” tegas Niam.  

Menurutny, MUI mendesak Pemerintah RI agar segera memberikan dukungan bagi pemulihan korban, baik korban WNI maupun warga negara lain. Menjalin kontak pemerintah Selandia Baru untuk melakukan pemulihan dan penegakan hukum dan memastikan perlindungan  bagi umat beragama.

Mengajak ummat Islam dunia, dan umat Islam Indonesia khususnya untuk melakukan salat ghaib bagi para korban wafat,  menggalang solidaritas untuk membantu korban. ”Mengajak umat Islam dan bangsa Indonesia u menjaga kondusifitas kehidupan berbangsa dan bernegara serta meningkatkan persudaraan keislaman (ukhuwwah islamiyah), persudaraan kebangsaan (ukhuwwah wathaniyah) dan (ukhuwwah basyariyah),” tandasnya.(dni)

TAGS

Berita Terkait

Nasional / MUI: Umat Islam Jangan Terjebak Polemik

Nasional / Ma’ruf Sentil MUI DKI Jakarta

Daerah / PBNU Sebut Kemendikbud Kurang Jeli 

Headline / Puisi Fadli Zon untuk Mbah Moen? PBNU Sebut Tak Etis


Baca Juga !.