Nasional

Hutan Gundul Penyebab Utama Bencana Alam

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Hutan Gundul Penyebab Utama Bencana Alam - Nasional

BERPAHALA - Sekretaris Jenderal Kementerian LHK Bambang Hendroyono pada acara Penanaman Pohon dalam rangka Peringatan Hari Bhakti Rimbawan Ke-36 Tahun 2019, di Rumpin, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/3/2019). Foto : Syamsiah/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Sekretaris Jenderal Kementerian LHK Bambang Hendroyono mengatakan, hutan gundul merupakan penyebab utama becana alam seperti banjir dan longsor. Dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2005 kerugian ekonomi di Pulau Jawa akibat hutan yang terus menggundul mencapai SUD 400 juta.

"Itu artinya negara kita, jika sedikit saja salah tata kelola, proses degradasi lahan akan terjadi dan cenderung meluas," ujar Bambang Hendroyono, di Rumpin, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/3/2019). Ia mengatakan Indonesia termasuk negara dengan laju sedimentasi terbesar di dunia, yaitu lebih dari 250 ton/km2/tahun. Tingkat dissection tinggi di berbagai lanskap dan tersebar di berbagai belahan negeri ini merupakan fitur hasil proses geomorfik yang merepresentasikan kondisi tersebut.

"Kerugian ekonomi akibat erosi di Pulau Jawa tahun 2005 sebesar USD 400 juta per tahun," katanya. Tidak hanya itu, laporan BAPPENAS pada tahun 2015 menyatakan, secara total kuantitas air seluruh pulau di Indonesia terjadi surplus sebesar 449.045 juta m3. Namun untuk Jawa dan Bali terjadi defisit sebesar 105 milyar m3 dan Nusa Tenggara defisit sebesar 2,3 miliar m3.

"Saat ini sekitar 1,9 miliar orang hidup di daerah yang terancam krisis air. Sebanyak 1,8 miliar orang mengonsumsi air yang tidak layak minum karena terkontaminasi polutan. Secara global, 80 persen air limbah dibuang ke alam tanpa melalui proses pengolahan. Jumlah orang yang berisiko terdampak bencana hidrometeorologis akan meningkat dari 1,2 miliar saat ini ke 1,6 miliar pada 2050," tuturnya.

"Harus kita ingat bahwa urusan pelestarian alam bukanlah masalah kecil karena menyangkut masa depan anak cucu dan cicit kita. Memang sebenarnya saat kita menanam pohon, kita itu sedang menanam doa, menanam harapan, menanam kerja kita semuanya untuk keberlanjutan hidup generasi yang akan datang," tutupnya. (yah)

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Sejarah Baru, Pemerintah Tetapkan Peta Hutan Adat

Nasional / Birokrat KLHK harus Bantu Jaga Kedaulatan dan Persatuan

Nasional / Deforestasi Hutan Alami Penurunan


Baca Juga !.