Ekonomi

Asing Buru Saham Garuda

Redaktur: Jakfar Shodik
Asing Buru Saham Garuda - Ekonomi

Grafis GIMBAL/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Gerak saham PT Garuda Indonesia (GIAA) terus merosot. Pernah menyentuh level tertinggi di kisaran Rp 630 per lembar pada 7 Maret lalu. Itu capaian terapik dalam empat tahun terakhir. Dan, saham burung besi itu, akhir pekan lalu tersungkur di level Rp 575 per saham.

Disebut-sebut, koreksi saham perusahaan aviasi pelat merah itu hanya bersifat sementara. Masuk kategori wajar dalam industri market yang terus bergerak dinamis. Kalau ditilik lebih saksama, sepanjang tahun ini, saham Garuda telah meroket 94 persen. Kalau dikalkulasi dalam tempo enam tahun terakhir, saham Garuda melesat sekitar 170 persen.

Sedang kalau dihitung dalam durasi satu bulan terakhir, saham Garuda sudah menanjak sekitar 31 persen. Posisi itu jauh lebih baik kalau dibanding kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru minus 0,76 persen. Berdasar bukti-bukti otentik itu, saham Garuda diprediksi masih sangat potensial. ”Masih sangat menjanjikan. Proyeksi saya saham Garuda bisa menembus level Rp 700 per lembar,” CEO Teman Trader Luqman El-Hakiem Syamlan akhir pekan lalu.  

Untuk meyakinkan ramalan itu, Luqman menyodorkan sejumlah data pendukung. Menurut dia, satu bulan terakhir, sekuritas asing menjadi pemborong saham perusahaan. Taruh misalnya Macquire Sekuritas Indonesia (RX) Rp 31,76 miliar sebanyak 591,782 lot, Credit Suisse (CS) Rp 29,46 miliar sebanyak 549,247 lot, dan Deutche Bank (DB) Rp 28,58 miliar sebanyak 515,483 lot. ”Itu menjadi bukti, saham perusahaan mendapat kepercayaan pemodal asing,” imbuhnya.

Di samping itu, Luqman menyebut prospek bisnis induk usaha PT Citilink Indonesia itu dinilai bakal moncer. Itu menyusul ditekennya kerja sama operasi (KSO) Sriwijaya Air Group. Pastinya, kasus grounded armada boeing 737 max 8 tidak terlalu berpengaruh. Justru kondisi menjadi peluang mengingat Garuda hanya punya satu armada. ”Kompetitornya yang kelabakan. Peluang itu bisa dimanfaatkan oleh garuda dan mitranya,” ucap Luqman.

Hal serupa diungkap asosiasi analis efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada. Reza menyebut kasus boeing 737 max 8 tidak berdampak buruk pada operasional dan kinerja perusahaan. Kalau pun misalnya, saham Garuda mengalami koreksi bisa sangat dimaklumi. ”Tidak ada pengaruh saya lihat. Perosotan saham perusahaan murni koreksi wajar. Apalagi, kalau dilihat secara historis, saham garuda sudah mengalami lonjakan signifikan,” tutur Reza.

Sebaliknya bilang Reza, kalau jeli melihat peluang, kondisi saat ini bisa dimanfaatkan manajemen Garuda untuk memaksimalkan peluang. Sebab, dengan pelarangan armada boeing 737 max 8, bakal ada limpahan penumpang pada rute yang biasa diangkut dengan pesawat tersebut. ”Itu bisa dimaksimalkan,” tegas Reza.

Sekadar diketahui, pada kuartal tiga 2018 Garuda Indonesia masih mengalami rugi bersih USD 110,2 juta. Kerugian itu menurun dibanding edisi sama 2017 USD 221,9 juta. Pendapatan operasi Garuda naik 3,5 persen menjadi USD 3,22 miliar dari fase sama 2017 di level USD 3,1 miliar. Total biaya operasi menanjak 2,2 persen menjadi USD 3,29 miliar dari periode sama 2017 sebesar USD 3,22 miliar.

Kalau dirinci biaya Bahan bakar minyak (BBM) turun menjadi USD 868 miliar dari USD 1,09 miliar, lalu biaya rental pesawat turun menjadi USD 799 miliar dari USD 811 miliar. Sementara biaya lainnya turun dari posisi USD 1,55 miliar menjadi USD 1,46 miliar.

Sebelumnya Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau yang akrab disapa Ari Ashkara menanggapi pernyataan Prabowo. Ari mengaku tidak sepakat jika Garuda Indonesia disebut bangkrut. Memang hingga saat ini Garuda Indonesia masih beroperasi, meskipun dia menyadari perusahaan masih menemukan beberapa tantangan bisnis.

Garuda Indonesia mencatatkan saham perdana atau listing di bursa efek Indonesia (BEI) pada 11 Februari 2011. Harga penawaran umum alias initial public offering (IPO) di level Rp 750 per saham. Saat itu, menawarkan 6,34 miliar saham Garuda meraup Rp 4,75 triliun. (dai)  

Berita Terkait


Baca Juga !.