Bola Dunia

Persetan dengan Mauro Icardi

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Persetan dengan Mauro Icardi - Bola Dunia

Inter Milan's coach Luciano Spalletti. Foto : Miguel Medina/AFP

INDOPOIS.CO.ID - Salah satu faktor yang disinyalir bakal jadi handicap Inter Milan pada Derby della Madonnina ke-223 kemarin adalah saga Mauro Icardi. Namun, itu tidak terbukti. Nerazzurri justru mampu membalikkan semua prediksi dengan menang 3-2. Kemenangan kemarin membuat Inter menyamai capaian musim 2011-2012 ketika mampu memenangi dua derby dalam semusim di Serie A.

Kemenangan pada laga yang dihelat di San Siro itu sangat krusial. Selain jadi titik balik lima laga sebelumnya yang hanya sekali menang, tre punti atas Milan membuat tim polesan Luciano Spalletti kembali ke peringkat tiga. Mereka unggul 2 poin dari Milan yang ada di tempat keempat (53-51).

Pelatih 59 tahun itu juga secara implisit mengatakana bahwa dia sudah "tidak butuh" kehadiran Maurito--julukan Icardi. Buktinya, ketika disodori pertanyaan bahwa permainan timnya lebih baik ketika Icardi, dia mengabaikannya dan lebih fokus kepada pemain yang ada saat ini.

Satu lagi, dia sudah punya Lautaro Martinez yang bisa jadi Icardi selain juga memuji kinerja timnya secara keseluruhan. Sosok kapten baru Samir Handanovic juga dinilai mulai dapat respek dari tim. ''Lautaro sangat powerful, berteknik tinggi, dan percaya diri. Kami telah menemukan striker muda yang dapat memberikan banyak hal bagi kami,'' ucap eks pelatih AS Roma itu seperti dilansir Sky Sport Italia. Laga kemarin juga istimewa bagi Inter karena mereka menggunakan jersey khusus keluaran Nike yang jadi pertanda 20 tahun kerja sama mereka dengan Inter.

Pujian Spalletti terhadap Il Toro julukan Lautaro cukup beralasan. Meski musim ini adalah debutnya di Eropa, dia sudah mencetak 9 gol dari 29 laga. 9 golnya dilesakkan dalam 8 laga dan 7 diantaranya berakhir kemenangan bagi Inter. Untuk derby kemarin, Lautaro layak jadi man of the match karena mencetak 1 gol dan membukukan 1 assist.

Meski bgeitu, Inter tidak bisa terlalu lama larut dalam euforia. Sebab, mengenai target finis di empat besar, mereka masih harus melalui sisa sepuluh giornata dengan perjuangan ekstra. Sebab, Inter masih harus menghadapi lawan-lawan yang berpotensi mengganjal dan semuanya masih punya ambisi serupa. Mereka adalah Lazio (giornata ke-29 31/3/2019), Atalanta (giornata ke-31 7/4/2019), AS Roma (giornata ke-33 21/4), Juventus (giornata ke-34 28/4), dan Napoli (giornata ke-37 20/5).

Dengan jadwal tersebut, sangat mungkin nasib Inter finis empat besar dipastikan hingga giornata pemungkas. Itu seperti musim lalu ketika mereka menang dramatis kontra Lazio.

''Kemenangan ini adalah bukti bahwa kami superior dari mereka musim ini. Berikutnya, kami harus mengisi ulang energi dan fokus kami jelang lawan Lazio setelah jeda internasional,'' kata bek Inter Danilo D'Ambrosio. Sedangkan bagi Milan, kekalahan kemarin membuat mereka kembali menjejak bumi. Bagaimana tidak. Sebelum derby, Allessio Romagnoli dkk unbeaten dalam sepuluh pertandingan di semua ajang.

Mengenai peringkat tiga, kans Milan untuk merebutnya masih terbuka. Sebab, lawan tersisa di sepuluh giornata mereka lebih bersahabat dari Inter. Tercatat, hanya ada tiga tim yang punya kans menghambat. Yakni Juventus (giornata ke-31 8/4/2019), Lazio (giornata ke-32 14/4/2019), dan Fiorentina (giornata ke-36 12/5). (koc)

Berita Terkait

Bola Dunia / Bakayako Bikin Kontroversi

Bola Dunia / Panas hingga Pekan Terakhir Ujung Kompetisi

Bola Dunia / Bisa Naik ke Posisi Tiga Besar

Bola Dunia / Inter Pecah Belah

Bola Dunia / Kuncinya di Tangan Wanda Nara

Bola Dunia / Perisic Bikin Friksi Marotta-Spalletti


Baca Juga !.