Nasional

“Waketum Pilih Ikuti Fatwa Mbah Moen”

Redaktur: Riznal Faisal
“Waketum Pilih Ikuti Fatwa Mbah Moen” - Nasional

INDOPOS.CO.ID - Penunjukan Suharso Monoarfa sebagai Plt ketua umum PPP sempat menuai polemik di internal partai. Namun, Wakil Sekjen PPP Achmad Baidowi menilai keputusan tersebut sah secara konstitusional. Bahkan, putusan Pengurus Harian (PH) DPP ini akan dibawa ke Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP untuk dilakukan pengukuhan ketua umum definitif.

"Akan diagendakan Mukernas untuk mengukuhkan Suharso Monoarfa," tegas politikus yang karib disapa Awiek itu kepada INDOPOS di Jakarta, kemarin.

Anggota Komisi II DPR RI itu menjelaskan, penunjukan Suharso berawal dari fatwa Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimoen Zubair. Kemudian dikukuhkan dengan pendapat hukum Mahkamah Partai.

Terbitnya pendapat hukum Mahkamah Partai tersebut merupakan terobosan hukum untuk mengatasi kebuntuan aturan. Dalam AD ART PPP disebutkan, pergantian ketua umum harus berasal dari jabatan wakil ketua umum. 

Namun, kata Awiek, tidak ada Waketum yang bersedia menjadi Plt Ketum. "Para Waketum lebih memilih mengikuti fatwa Kiai Maimoen Zubair. Sehingga tak ada Waketum yang bersedia," jelasnya. "Pendapat hukum Mahkamah Partai tersebut menjustifikasi fatwa Mbah Moen yang kemudian dibawa ke rapat PH DPP untuk disetujui," imbuh Awiek. 

Dia menyebutkan, bila sampai Mukernas tidak ada Waketum yang bersedia menjadi Ketum, maka Suharso bakal menjabat sebagai Ketum PPP. Mengenai kemungkinan adanya kandidat lain, Awiek mengaku belum mengetahuinya. "Belum tahu perkembangan," katanya. (jaa)

Berita Terkait


Baca Juga !.