Usung Gerakan 5 Pasti Umrah, Ditjen PHU Meriahkan Harkonas 2019 di Bandung

Editor:

INDOPOS.CO.ID - Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama kembali mengikuti partisipasi pameran nasional. Kali ini Ditjen PHU diundang untuk mengikuti pameran dalam rangka memperingati Hari Konsumen Nasional (Harkonas). Harkonas tahun ini akan diselenggarakan di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat mulai Selasa esok (19/03).

Tidak seperti pameran-pameran lain yang pernah diikuti sebelumnya yang bertema haji dan umrah, pameran kali ini akan mengusung tematik khusus penyelenggaraan umrah dan haji khusus.

“Tapi tidak ménûtup kemungkinan haji reguler juga banyak ditanyakan pengunjung dalam pameran tersebut,” kata Kasubbag Informasi dan Humas Ditjen PHU Abdul Basir saat ditemui di lokasi pameran. Senin malam (18/03).

Menurut Basir, penyelenggara umrah dan haji khusus berbeda dengan peyelenggara haji reguler yang di selenggarakan oleh pemerintah. Umrah dan haji khusus diselenggarakan oleh masyarakat dalam hal ini adalah Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau keduanya bisa disebut biro travel.

“Karena Jemaah berhubungan langsung dengan biro travelnya, pemerintah sebagai regulator dan pengawas,” ujar Basir.

Pihaknya juga terus gencar untuk mengkampanyekan kembali Gerakan 5 Pasti Umrah sebagai program andalan ibadah umrah yakni (1) Pastikan Travel Berizin, (2) Pastikan Penerbangan dan Jadual Keberangkatan, (3) Pastikan Program Layanannya, (4) Pastikan Hotelnya, dan (5) Pastikan Visanya.

“Gerakan 5 Pasti Umrah secara masif akan terus kita galakkan sebagai langkah antisipatif dari pemerintah kepada jemaah umrah,” jelasnya.

Harkonas merupakan hari penting bagi masyarakat Indonesia dalam memperjuangkan perlindungan bagi konsumen. Dalam hal ini, negara berperan dalam hal pemberdayaan konsumen, di mana saat ini banyak keluhan konsumen mengenai kerugian secara langsung maupun tidak langsung.

Dalam acara tersebut nantinya akan ada pameran yang berisi 60 both yang difokuskan pada edukasi, pelayanan, dan pengaduan di bidang perlindungan konsumen.(adv)

Berita Lainnya kan

Banner



Twitter