Nasional

Tiga Direktur Pemilik Kayu Ilegal di Jayapura Jadi Tersangka

Editor: Ali Rahman

INDOPOS.CO.ID - Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan dan Kehutanan (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan tiga direktur perusahaan kayu yang menjadi pemilik 140 kontainer kayu merbau ilegal asal Jayapura menjadi tersangka, Rabu (20/3/2019).

Saat ini ketiga tersangka sudah ditahan untuk penyidikan lebih lanjut. Penahanan terbagi 2 yaitu: 2 orang sudah dibawa ke Jakarta dan 1 orang masih di Makasar.

Ketiga tersangka itu adalah: (1) DG, Direktur PT MGM, dengan barang bukti 61 kontainer kayu merbau ilegal, (2) DT, Direktur PT EAJ, dengan barang bukti 31 kontainer kayu merbau ilegal, (3) TS, Direktur PT RPF, dengan barang bukti 38 kontainer kayu merbau ilegal.

Penetapan ketiganya sebagai tersangka adalah hasil dari pengembangan dua penangkapan serta penyitaan 57 kontainer dan 199 kontainer kayu merbau asal Jayapura diawal tahun 2019 lalu. Disamping ketiga tersangka tersebut, Penyidik KLHK juga telah menahan 2 tersangka untuk kasus kayu illegal dari Papua Barat

Ketiga tersangka diduga kuat telah melanggar Pasal 12, Pasal 14 dan Pasal 16 UU 18/2013 tentang P3H (Perlindungan dan Pencegahan Perusakan Hutan) dengan ancaman hukuman kurungan 10 tahun dan denda Rp 100 miliar.

"Kami terus bekerja untuk membongkar jaringan kayu illegal yang sudah merugikan negara dan menghancurkan ekosistem. Kami mengapresiasi putusan Hakim PN Makasar. Basling, Sinaga SH, MH, yang menolak gugatan praperadilan terkait penyidikan kayu illegal asal Papua ini," terang Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian LHK, Rasio Ridho Sani. (adv)

Berita Lainnya kan