Raket

Ina Kembali Jumpa Denmark

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Ina Kembali Jumpa Denmark - Raket

Anthony Sinisuka Ginting Foto: BADMINTON.INDONESIA

INDOPOS.CO.ID - Sudah 30 tahun berlalu, gelar Piala Sudirman belum kembali lagi ke Indonesia. Kali terakhir Indonesia menjuarai turnamen yang diambil dari nama pendiri PP PBSI Dick Sudirman itu adalah pada penyelenggaraan perdana, 1989. Setelah itu, malah Tiongkok dan Korea yang bergantian menjadi juara.

Pesimisme memang tidak boleh dipelihara menjelang Piala Sudirman 2019 yang bakal berlangsung di Nanning, Tiongkok, 19-26 Mei mendatang. Namun, melihat hasil undian grup yang dilaksanakan kemarin (19/3/2019), skuad merah putih harus tetap waspada. Kita masuk grup 1B. Bertemu dua raksasa Eropa: Inggris dan Denmark.

Itu mirip dengan hasil drawing empat tahun lalu, edisi 2015. Saat itu kita berhasil menjadi juara grup setelah memetik kemenangan atas dua negara tersebut. Meskipun, lantas tumbang oleh Tiongkok di semifinal.

Pelatih ganda campuran Richard Mainaky mengaku optimistis dengan hasil drawing edisi tahun ini. Dalam berbagai turnamen BWF Tour, wakil-wakil Indonesia memang unggul atas wakil Inggris dan Denmark. ''Ini peluang yang baik untuk bisa menjadi juara grup,'' kata Richard ketika dihubungi tadi malam.       

Ia optimistis kita bisa menghindari hasil edisi terakhir. Pada 2017, Indonesia berada satu grup dengan India dan Denmark. Dan, Jonatan Christie dkk gagal melangkah ke perempat final. Skuad Merah Putih dihajar India 1-4. Sayang, pada pertemuan berikutnya, Indonesia hanya mampu menang tipis 3-2 atas Denmark.

Saat itu, yang mengejutkan, ganda putra andalan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, gagal menyumbangkan poin. Mereka kalah tipis dari pasangan senior Mathias Boe/Carsten Morgensen. Nah, karena sebelumnya Denmark menang 4-1 atas India, maka yang lolos ke perempat final adalah Denmark (juara grup) dan India.

Bagaimana dengan tahun ini? Sekali lagi, jika mengacu dari hasil-hasil turnamen individual, Indonesia boleh pede bisa mengatasi Inggris dan Denmark. Dari Inggris, yang sepertinya agak mengerikan hanya pasangan ganda campurannya. Mereka punya dua pasangan yang levelnya di atas wakil Indonesia. Yakni Chris Adcock/Gabrielle Adcock (peringkat 6), serta Marcus Ellis/Lauren Smith (peringkat 11).

Soal Denmark, skuad Indonesia harus mewaspadai sektor tunggalnya, baik Viktor Axelsen maupun Anders Antonsen. Denmark  punya probabilitas tinggi untuk mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting atau Jonatan Christie. Di tunggal putri, ada Line Hojmark Kjaersfeld yang punya kans untuk mengejutkan Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani.

Richard berusaha menepis keraguan itu. ''Peluang untuk menjadi juara tetap ada. Saat ini kekuatan tiap negara bisa dikatakan seimbang. 'Dalam sektor tunggal putra dan putri sendiri juga cukup diperhitungkan oleh lawan,'' paparnya.

Abang kandung calon pelatih tunggal putri Rionny Mainaky itu mengemukakan, pemain yang terpilih berangkat ke Piala Sudirman harus memersiapkan diri secara matang. ''Persiapan fisik dan teknik itu tentu merupakan hal yang utama. Pematangan strategi adalah kebutuhan utama yang lain,'' papar Richard. ''Hal itu diperoleh dari hasil mempelajari video-video dari lawan,'' katanya. (bam)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Raket / Hendrawan Belum Bisa Bantu Negerinya Sendiri

Raket / Jojo Sudah Berani Ubah Arah Pukulan

Raket / Praveen/Melati Butuh Polesan

Raket / Tunggal Putra Timnas Bulu Tangkis sedang Disorot

Total Sport / Anthony- Gloria Mengecewakan

Total Sport / Setelah Indonesia Hanya Kebagian Perunggu, Fokus Kejuaraan Dunia


Baca Juga !.