Megapolitan

Tolak Eksepsi, JPU Ngotot Pembunuh Satu Keluarga Dihukum Mati

Redaktur: Syaripudin
Tolak Eksepsi, JPU Ngotot Pembunuh Satu Keluarga Dihukum Mati - Megapolitan

PUTUSAN SELA - Sidang lanjutan pembunuhan satu keluarga di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, Rabu (20/3/2019). Foto: Deny Iskandar/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta Pengadilan Negeri (PN) Bekasi menolak eksepsi terdakwa Haris Simamora. Pembacaan tanggapan eksepsi oleh jaksa ini digelar dalam sidang lanjutan atas terdakwa pembunuh satu keluarga di PN Bekasi, Rabu (20/3/2019).

Sebelumnya, Haris dijerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati dalam sidang perdana, Senin (11/3/2019). Lalu, kuasa hukum terdakwa membacakan nota keberatan dalam sidang kedua yang digelar Senin (18/3/2019).

Setelah itu, eksepsi terdakwa dimentahkan oleh JPU dalam sidang tanggapan eksepsi yang digelar Rabu (20/3/2019). Untuk diketahui, Haris merupakan pelaku pembunuhan satu keluarga di Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi yang menggemparkan beberapa waktu lalu.

Haris menghabisi nyawa pasangan suami istri (pasutri) Daperum Nainggolan, 38; Maya Ambarita, 37, yang masih ada hubungan kekerabatan dengan dirinya. Selain itu juga, Haris membunuh kedua anak korban yakni Sarah Nainggolan, 9, dan Arya Nainggolan, 7.

Haris dijerat pasal berlapis oleh JPU yakni dakwaan primer Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 363 ayat (1) ketiga. Dakwaan subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 363 ayat (1) ketiga, lebih subsider lagi Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan.

Denri Kasworo, selaku JPU dalam tanggapan eksepsi meminta majelis hakim PN Bekasi menolak seluruh eksepsi penasihat hukum terdakwa. Dia menilai eksepsi yang diajukan penasihat hukum terdakwa tidak jelas dan tidak mendasar. Sementara, dakwaan yang bacakan JPU telah disusun secara cermat dan tepat.

”Meminta kepada majelis hakim untuk ‎menolak eksepsi penasihat hukum terdakwa," ujar Denri, saat membacakan tanggapan atas eksepsi terdakwa di PN Bekasi, Rabu (20/3/2019). ”Dakwaan telah ditulis secara cermat dan tepat. Surat dakwaan sah. Keberatan atau eksepsi penasihat hukum tidak dapat diterima," jelasnya.

Meski terjadi kesalahan penulisan nomor visum yang tertera dalam dakwaan yang diakui JPU, namun kesalahan penulisan itu tidak serta merta menggugurkan materi dakwaan jaksa. ”‎Kesalahan nomor visum tidak langsung membatalkan dakwaan, karena tidak mengubah materi dakwaan," cetusnya.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Asep Ginting mengatakan sudah menyerahkan semua putusan kepada majelis hakim PN Bekasi. Apakah sidang pembunuhan berencana atas kliennya tetap dilanjutkan atau dihentikan tergantung keputusan hakim.

”Kami sudah sampaikan nota keberatan, eksepsi. Dan juga sudah dibacakan tanggapan oleh JPU. Jadi kita tunggu saja keputusan sela yang akan dibacakan hakim, Senin depan," kata Asep, usai sidang Rabu (20/3/2019).

Untuk diketahui, Haris Simamora ditangkap karena membunuh satu keluarga di rumah kontrakan di RT 02/ 07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi Selasa (13/11/2018). Satu keluarga yang dia bunuh karena sering disepelekan dan diperlakukan kasar.

Saat ditemukan, Daperum Nainggolan dan Maya Ambarita, mengalami luka di bagian leher. Pasutri itu ditemukan tewas di ruang tengah rumah. Sedangkan kedua anak korban, Sarah Nainggolan dan Arya Nainggolan tewas karena kekurangan oksigen lantaran dibekap dengan bantal. (dny)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Miris, Istri Digadaikan Rp 250 Juta Berakhir Bunuh-bunuhan

Megapolitan / Sering Dicaci Maki, Suami Bunuh Istri

Megapolitan / Habis Membunuh, Langsung Bunuh Diri

Megapolitan / Dipicu Cinta Segitiga, Eljon Tewas Dibunuh Saingan

Megapolitan / Mabes Turun Tangan, Penyidik Pembunuhan Diganti


Baca Juga !.