Daerah

Gagalkan Peredaran Sabu di Lapas Sampit, Kalteng

Redaktur:
Gagalkan Peredaran Sabu di Lapas Sampit, Kalteng - Daerah

SITA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Brigjen Pol Suyatmo (dua kanan) menunjukkan narkoba jenis sabu di Pontianak, Kalbar, Selasa (19/3). ANTARA FOTO/HS Putra/jhw/wsj.

INDOPOS.CO.ID - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah (Kalteng) menduga, sabu-sabu 350 gram bakal diedarkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Sampit. Barang terlarang dari pria beriniial AL, 29 itu diduga juga akan didistribusikan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

”Kuat dugaan selain di Kotim, barang tersebut juga dijual di dalam Lapas Kelas IIB Kota Sampit,” tutur Kepala BNNP Brigjen Pol Lilik Heri Setiadi di Palangka Raya, Rabu (20/3/2019).

Dugaan itu muncul setelah petugas menangkap beberapa jaringan lain. Salah satunya oknum pegawai Lapas Kelas IIB Kota Sampit, dan seorang narapidana yang menjadi pengendali sabu-sabu. Di mana, sabu-sabu sebanyak itu didatangkan dari pulau jawa.

Berdasar hasil pengembangan, petugas berhasil mengamankan empat orang jaringan narkoba, salah satunya dari luar Pulau Kalimantan. Keempat pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka berinisial AL, 29, KT 33, pegawai Lapas Klas IIB Kota Sampit, DE 22, warga Sampit, dan NR 39, seorang narapidana di Lapas Kelas IIB Kota Sampit sebagai pengendali sekaligus pemesan barang haram tersebut.

”Selain mengamankan 350 gram sabu, petugas juga mengamankan tujuh butir pil ektasi berlogo Hello Kitty dari tangan AL. Selanjutnya, dari tangan DE, kami juga mengamankan sabu-sabu seberat 16,89 gram. Jadi, kalau ditotal menjadi 366,89 gram,” tegas Lilik.

Jendral bintang satu itu menjelaskan, terbongkarnya jaringan narkoba antarprovinsi dan melibatkan pegawai Lapas Klas IIB Kota Sampit bermula saat, petugas mendapatkan laporan ada seseorang dari jalur penerbangan melalui Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur tujuan Bandara H Asan Sampit akan membawa sabu-sabu dalam jumlah banyak.

Berbekal informasi itu, BNNP bersama aparat Bandara H Asan Sampit berkoordinasi untuk mencari orang berinisial AL itu pada Rabu (6/3/2019). Sekitar pukul 07.30 WIB, petugas bandara dan anggota BNNP langsung menyergap pelaku. Kala digeledah, ditemukan 350 gram sabu dan tujuh butir pil ektasi. ”Petugas langsung melakukan pengembang untuk mencari siapa pemesan sabu-sabu. Dari keterangan AL, barang yang dibawa itu akan diserahkan ke seseorang berinisial NR berstatus sebagai narapidana di Lapas Sampit,” beber Lilik.

Atas perintah NR barang itu diserahkan ke KT berstatus sebagai pegawai Lapas Sampit yang sudah menunggu di Jalan Aji Ikap III. Alhasil KT tidak bisa berkutik saat hendak bertransaksi dengan AL yang sudah dijaga petugas. ”Sebelum petugas menuju ke Lapas Sampit untuk mengamankan NR, polisi juga mengamankan seorang pria berinisial DE sudah menunggu di kediaman KT dan membawa sabu-sabu 16,89 gram beserta beberapa peralatan sabu-sabu di dalam jok sepeda motor yang digunakan DE,” ungkapnya.

Keempat jaringan narkoba yang kini sudah mendekam di rumah tahanan BNNP Kalteng, dan disangkakan dengan Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 112 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) Untdang-undang RI Nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika. ”Para pelaku diancam hukuman di atas lima tahun penjara,” tegas Lilik. (ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Hukum / BNN Amankan 52 Kg Sabu Dalam Kemasan Teh China

Nusantara / BNNP Kalteng Tembak Pembawa Sabu 500 Gram

Indotainment / Pesta Sabu, Artis FTV Agung Saga Diciduk Polisi

Daerah / Kurir Sabu Terancam Hukuman Mati

Daerah / Dorong Selidiki Putusan Bebas Bandar Sabu


Baca Juga !.