Nasional

Fasilitas KITE Dorong Ekspor Rokok Perdana ke Duty Free Jepang

Editor: Ali Rahman

INDOPOS.CO.ID - Bertempat di kawasan pabrik rokok PT Philip Morris Indonesia (PMID) di Karawang, PT. PMID yang merupakan pemegang saham mayoritas PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) secara resmi melakukan ekspor perdana produk rokok premiumnya ke pasar Duty Free Jepang. Pelepasan satu kontainer 40’ yang memuat sekitar 9 juta batang rokok untuk ekspor perdana yang diproduksi di Karawang ini disaksikan oleh Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai, Nirwala Dwi Haryanto; Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Barat, Saipullah Nasution; Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar, Kementerian Perindustrian, Abdul Rochim; Direktur Utama PMID, Ahmad Mashuri; Direktur Urusan Eksternal Sampoerna, Elvira Lianita; dan sejumlah undangan lainnya, Kamis (21/3/2019).

Nirwala mengungkapkan bahwa meskipun produksi rokok setiap tahunnya menurun, nilai ekspor rokok dan cerutu pada tahun 2018 naik dari Rp 904,7 juta menjadi Rp 931,6 juta dari tahun sebelumnya.

“Pemerintah berterima kasih kepada seluruh jajaran PT PMID yang telah bekerja keras sehingga dapat mengekspor hasil produksinya ke Jepang, terlebih lagi ke kawasan duty free,” ujar Nirwala.

Selain itu, PMID berencana melakukan pengiriman keempat untuk Duty Free Korea Selatan pada akhir Maret 2019 sebanyak 2 kontainer 40’. Adapun total pengiriman ke Duty Free Korea Selatan mencapai sekitar 60 juta batang rokok. “Untuk menghadapi revolusi industri 4.0, industri akan terus didukung oleh pemerintah, khususnya dari Bea Cukai yang akan memberi dukungan berupa fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan fasilitas-fasilitas Bea Cukai lainnya agar dapat menurunkan cost production sehingga persaingan dengan negara lain juga dapat meningkat,” pungkas Nirwala.

Dalam kesempatan yang sama Elvira mengatakan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari dukungan penuh yang selama ini diberikan Pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan RI dan Kementerian Perindustrian RI, yang menjadi salah satu motor pertumbuhan bisnis perusahaan. (adv)

Berita Lainnya kan

Banner

Kanal BCTV

Twitter