Daerah

Taufik, Bocah Disabilitas Penyelamat Korban Gempa Lombok

Redaktur: Jakfar Shodik
Taufik, Bocah Disabilitas Penyelamat Korban Gempa Lombok - Daerah

PUING - Sejumlah warga melihat rumah rusak akibat gempa bumi di Pesanggrahan, Montong Gading, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin (18/3). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.

INDOPOS.CO.ID - Global Peace Mission (GPM) Malaysia akan mengusulkan Taufik 7 sebagai pahlawan. Pasalnya, bocah asal Senaru, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu berjasa menyelamatkan wisatawan Malaysia dari amukan gempa bumi pada Minggu (17/3/2019) lalu.

”Insya Allah kami angkat sebagai wira penyelamat manusia paling kecil dan menjadi satu simbol kepahlawanan, keberanian menyelamatkan nyawa yang membutuhkan pertolongan,” tutur Ketua Pegawai Operasi GPM Malaysia, Syahrir Azfar bin Saleh, di Mataram, Kamis (21/3/2019).

Itu diungkapkan Syahrir, pada konferensi pers keluarga wisatawan asal Malaysia yang meninggal dunia dan dirawat di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB. Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar, Direktur RSUP NTB, salah seorang wisatawan, sejumlah keluarga wisatawan Malaysia, seluruh dokter, dan petugas medis yang menangani para korban. Tidak ketinggalan sang pahlawan, Taufik juga ikut hadir pada pertemuan tersebut.

Syahrir juga akan mengusahakan untuk memberikan perawatan kepada Taufik, supaya bisa hidup normal. Maklum, Taufik merupakan penyandang disabilitas. Tidak bisa berbicara dan tidak bisa mendengar. Kondisi fisik telinga tidak normal sehingga perlu dilakukan operasi. ”Kami sedang berusaha dan berkomunikasi untuk mendapatkan dukungan dari Kerajaan Malaysia. Di mana, kita angkat sebagai pahlawan. Dan kita ingin membawa ruang untuk bisa hidup normal. Munkin Taufik bisa dibawa ke Malaysia,” tegas Syahril.

Kisah kepahlawanan Taufik, kata dia, juga akan disampaikan kepada Kerajaan Malaysia. GPM Malaysia juga akan menyampaikan infomasi supaya warga Malaysia tidak takut berkunjung ke Pulau Lombok. ”Doa rakyat Malaysia untuk seluruh Indonesia selalu tabah dan kuat menghadapi cobaan berupa bencana. Kita serumpun, sakit kalian juga sakit kami di Malaysia,” kata Syahrir.

Wong Siew Lim, salah seorang korban luka-luka mengaku Taufik telah membantu menunjukkan jalan keluar dari lokasi air terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Lombok Utara, ketika gempa bumi terjadi. ”Sambil digendong, Taufik membantu kami menunjukkan jalan keluar dari lokasi,” tutur perempuan yang menderita luka ringan di bagian lengan itu.

Selain Taufik, kata dia, para dokter dan petugas medis di RSUP NTB juga layak disebut sebagai pahlawan. Karena telah memberikan pelayanan baik dan merawat semua korban, termasuk yang meninggal dunia. Pihaknya juga berterima kasih kepada relawan, tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mataram, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB.

Seluruh tim itu telah membantu proses penyelamatan. Mengevakuasi 18 korban luka dan dua orang meninggal dunia. ”Kami menyadari tidak bisa menyebutkan nama-nama pahlawan tanpa jasa di rumah sakit. Mulai ruang unit gawat darurat hingga kamar jenazah. Mereka ikhlas dan berbesar hati mengurus jenazah,” ucap Lim.

Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar, mengapresiasi keinginan pihak Malaysia. Keinginan untuk menjadikan Taufik sebagai anak angkat dan memberikan perawatan medis sangat positif. ”Hari ini, Taufik seperti ini, tapi pada saat nanti mudah-mudahan di luar perkiraan kita, Insya Allah itu terwujud, mudah-mudahan,” harap Najmul. (ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Pemerintah Lunasi ”Utang” Bantuan Gempa Lombok

Indobisnis / Pascagempa, BFI Bangun Sekolah di Lombok

Nusantara / Lombok Diguncang Gempa 5,3 SR

Nusantara / Gempa Kembali Guncang Lombok

Nusantara / 430 Pokmas Koordinir Pembangunan Rumah Pasca Gempa Lombok

Nasional / CBA Minta Pemerintah Tidak PHP Korban Gempa Lombok


Baca Juga !.