109 Warga Asing Miliki NIK

INDOPOS.CO.ID – Sebanyak 109 warga negara asing (WNA) yang tinggal di Kota Bekasi memiliki nomor induk kependudukan (NIK). ”Dari 109 warga asing, cuma satu WNA yang miliki e-KTP,” terang Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi Taufik Rachmat Hidayat, Jumat (22/3/2019).

”Kalau mau memiliki e-KTP, para WNA itu harus melakukan perekaman dulu,” katanya. Penyebab WNA yang tidak melakukan perekaman, kata Taufik juga, karena pembuatan NIK seorang warga asing yang ingin tinggal di Kota Bekasi selalu menggunakan sponsor atau jasa pihak ketiga.

Padahal, untuk melakukan perekaman e-KTP mereka harus datang sendiri dan tidak bisa diwakilkan. ”Kalau cuma pembuatan NIK bisa saja diwakilkan tapi kalau e-KTP tidak bisa,” jelasnya. Sejauh ini, kata Taufik juga, WNA yang memiliki NIK sesuai dengan kepemilikan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) yang dikeluarkan keimigrasian.

Jadi, dalam aturan kependudukan para WNA itu memiliki kartu identitas tempat tinggal. ”Batas waktu perizinan KITAP itu biasanya lima tahunan,” jelasnya.

Hanya saja Taufik memastikan, sesuai anjuran pemerintah pusat, bagi warga asing yang sudah memiliki e-KTP tetap tidak bisa mencoblos pada Pemilu. ”Syarat peserta Pemilu adalah WNI,” ucapnya.

Sementara itu, pengamat Kebijakan Publik Institut Bisnis Muhamadiyah Bekasi Hamludin mengatakan, polemik kepemilikan identitas kependudukan oleh warga asing sah-sah saja bila mengacu kepada undang-undang. Hanya saja, masalah ini menjadi keruh ketika dihubungkan dengan Pemilu.

 ”Sebenarnya sudah jelas peserta pemilu itu adalah WNI. Tapi masih saja ada yang masuk DPT,” katanya.

Hamludin menambahkan, pemerintah daerah sebaiknya melakukan pembaharuan data kependudukan warga asing secara berkala. ”Harus rutin memeriksa dokumen kependudukan warga asing yang ada di Kota Bekasi,” tandasnya. (dny)

Komentar telah ditutup.