Raket

Kurang Fokus, Minim Daya Tahan

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Kurang Fokus, Minim Daya Tahan - Raket

KALAH LAGI - Shesar Rusmanto tak mampu membawa Indonesia juara di kejuaraan Beregu di Hongkong. Foto: PBSI for INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Perjalanan tim Indonesia di Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 berhenti di semifinal. Capaian sebagai semifinalis merupakan hasil maksimal yang mampu dibawa pulang punggawa merah putih dari Queen Elizabeth Stadium, Hong Kong.  Meski berhasil mencapai target, manajer tim Indonesia, Susi Susanti tetap membawa beberapa catatan evaluasinya. 

“Saya melihat ada beberapa hal yang masih harus ditambah dan dilatih lagi. Dari daya tahan, pola main, fokus itu yang paling penting. Banyak sekali kejadian ketika pemain kami sudah leading tapi malah lengah karena hilang fokus dan konsentrasi. Kemudian ada adaptasi lapangan juga yang harus dipercepat. Banyak hal nonteknis yang perlu dimatangkan lagi dan disiapkan lagi untuk ke pertandingan berikutnya,” ujar Susi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (24/3/2019). 

Indonesia kalah dari Jepang setelah kehilangan tiga poin secara berurutan. Baik Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra, Ruselli Hartawan,  maupun Shesar Hiren Rhustavito, sama-sama tak berhasil melewati lawan-lawannya dengan kemenangan.

“Contohnya kemarin pasangan ganda putra, beberapa kali servis nyangkut. Kan itu nggak boleh. Atau pemain yang sudah tahu kalau main cepet-cepetan bakal kalah, maka harus dipelankan. Nah kadang-kadang mereka pola-pola seperti itu mereka masih belum cepat tanggap. Banyak pembelajaran buat para atlet yang main di sini. Yang mungkin juga baru pertama kali main beregu,” lanjut Susi.

Susi juga menegaskan hasil turnamen ini tidak akan menjadi gambaran penampilan tim Indonesia di Piala Sudirman 2019 mendatang. Sebab pemain yang diturunkan di Hong Kong merupakan pemain pelapis yang didominasi atlet muda Indonesia.

“Tentu ini tidak akan menjadi gambaran Piala Sudirman nanti. Karena pemain andalan kami tidak diturunkan. Begitu juga dengan tim dari negara lain. Turnamen ini menjadi pengalaman yang baik buat pemain-pemain muda kami. Karena selanjutnya kan mereka yang akan jadi ujung tombak Indonesia,” tutup Susi. 

Sematara itu, Indonesia belum berhasil mengirim wakil ke babak final Orleans Masters 2019. Langkah dua wakil yang berlaga di babak empat besar harus terhenti. Pasangan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati ditundukkan Ronan Labar/Anne Tran (Prancis), dengan skor 10-21, 12-21. 

Sementara itu, pasangan ganda putri Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti juga tak kuasa menahan laju pasangan Taiwan, Hsu Ya Ching/Hu Ling Fang, dan menyerah usai berjuang tiga game dengan skor 21-14, 18-21, 10-21. 

"Sebetulnya kendala yang berat sekali sih tidak ada, tapi kami memang kecolongan di game kedua. Padahal saat itu kami sudah unggul cukup jauh. Di game ketiga, tenaga kami sudah mulai habis, pertahanan lawan pun semakin rapat dan sulit untuk ditembus," kata Agatha.

"Tentu saja tidak puas dengan hasil ini karena kami mau masuk final dulu, tapi kami kemarin sudah mencoba yang maksimal," ujarnya.  Usai mengikuti turnamen Orleans Masters 2019, Fadia/Agatha akan tampil di turnamen Malaysia Open dan Singapore Open 2019. (bam) 

 

 

 

Berita Terkait

Raket / Rian/Fajar Dkk Pastikan Juara Grup

Raket / Owi /Winny Terus Beradaptasi

Raket / Bidik Semifinal di Asia Mixed Team Championships


Baca Juga !.