Megapolitan

LRT Beroperasi April, ERP Tunggu Perda

Redaktur: Muhammad Izzul Mutho
LRT Beroperasi April, ERP Tunggu Perda - Megapolitan

Ilustrasi Foto

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong pembatasan kendaraan pribadi untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Salah satu kebijakan tersebut adalah mewujudkan moda transportasi masal terintegrasi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, secara bertahap akan membangun moda transportasi terintegrasi. “Kita intergasikan moda raya terpadu (MRT) Jakarta dengan bus Transjakarta. Selain itu kita integrasikan pula dengan metromini dan moda lain,” ujar Anies Baswedan di Jakarta, Senin (25/3/2019).

Anies menyebutkan, moda trasnportasi nanti terintergasi oleh program Jak Lingko. Dalam program tersebut semua moda transportasi di wilayah Jakarta menggunakan satu kartu. Hal ini untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. “Jadi penumpang turun angkot di Lebak Bulus bisa langsung naik MRT Jakarta,” ucapnya.

MRT sudah diresmikan. Sebentar lagi, moda transportasi masal lai di Jakarta, yakni LRT Jakarta, bakal beroperasi. Kepada INDOPOS, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengungkapkan, pengoperasian light rail transit (LRT) Jakarta akan dilakukan pada 1 April mendatang. Pengoperasian MRT Jakarta, menurut Saefullah, akan didukung penerapan jalan berbayar (ERP). Namun, saat ini kebijakan tersebut belum bisa diterapkan. “ERP belum, belum ada target. Karena harus buat peraturan daerah (perda) dulu,” ujarnya.

Ia mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan pembahasan proses lelang. “Kita masih bicaran untuk proses lelang,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Setiawan mengatakan, kebijakan besar pembatasan kendaraan pribadi memberikan ruang bagi para pejalan kaki. “Pembatasan kendaraan pribadi ini agar kembali ke angkutan umum,” ujar Budi Setiawan kepada INDOPOS, Minggu (10/3/2019).

Ia mengklaim, saat ini pembatasan kendaraan pribadi diikuti oleh perbaikan angkutan umum di Jakarta. Dengan penyediaan moda transportasi masal yang terintegrasi. “Saat ini pemprov tengah menyiapkan moda LRT Jakarta, MRT Jakarta terintegrasi dengan bus Transjakarta dan angkutan umum lainnya,” terangnya.

Pembatasan kendaraan lainnya, menurut Budi, dengan penerapan kebijakan ganjil-genap. Saat ini kebijakan tersebut diperpanjang. “Untuk ganjil-genap berlaku dari Senin-Jumat dengan waktu tertentu, akhir pekan kebijakan ini tidak berlaku,” katanya.

Budi mengatakan, pembatasan kendaraan lainnya dengan kebijakan penerapan parkir mahal dan pembatasan kantong parkir. Namun, ia mengaku kebijakan parkir baru tersebut masih menunggu pembahasan bersama Pemprov DKI. “Kami masih terus bahas tarif parkir. Semua kebijakan pembatasan ini menunggu penerapan program ERP (jalan berbayar alias electronic road pricing, Red) ,” ucapnya. (nas)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / YLBHI Nilai Penerbitan IMB Pulau D Tak Perhatikan Banyak Aspek

Megapolitan / Rusunawa Pasar Rumput Sedikit Lagi Rampung

Megapolitan / Pemprov Data Ulang Cagar Budaya di Jakarta

Megapolitan / Jakarta Berkontribusi pada Inflasi Nasional


Baca Juga !.