Megapolitan

Banyak Reklame Melanggar Belum Ditindak

Redaktur: Muhammad Izzul Mutho
Banyak Reklame Melanggar Belum Ditindak - Megapolitan

Ilustrasi Foto - Foto: Dok/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Ketua Serikat Pengusaha Reklame Jakarta (SPRJ) Didi O. Affandi meminta ketua Tim Terpadu Penertiban Penyelenggaraan Reklame (T2P2R) yang juga kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin memprioritaskan penertiban reklame yang melanggar di kawasan kendali ketat.

Didi mengklaim, masih banyak reklame di kawasan tersebut belum disegel dan belum ditebang. Dari pengecekan SPRJ di Jalan MT Haryono, Gatot Subroto, S Parman, Sudirman, MH Thamrin dan HR Rasuna Said, Sabtu (23/3/2019), ada lebih dari 20 titik reklame di sepanjang jalan kawasan kendali ketat belum disegel dan ditebang.

Titik-titik itu enam di antaranya berada di depan FX Senayan, semuanya reklame LED; tiga titik di Jalan MT Haryono; sembilan titik di Jalan Gatot Subroto, di antaranya berada di pintu masuk Plaza Semanggi berupa reklame LED, dan di depan Hotel Bidakara; satu titik di Jalan HR Rasuna Said; dan sisanya di Jalan S Parman.

Reklame-reklame itu tak hanya menggunakan tiang tumbuh, namun juga ada yang dibuat di tiang jembatan layang Tomang dan Bundaran Slipi, serta di tiang jembatan layang Kuningan. "Dalam rapat beberapa hari lalu, Kasatpol menyebut akan menertibkan enam reklame yang di antaranya di Kampung Melayu. Saya kaget, karena titik itu masuk kawasan kendali sedang. Pertanyaannya, kalau yang di kendali ketat saja belum tuntas, mengapa pindah ke kendali sedang?" kata Didi, Senin (25/3/2019).

Didi menengarai potensi adanya oknum yang bermain. Didi mengakui, sebagai kasatpol PP yang baru dilantik 25 Februari 2019, keberadaan oknum itu, jika ada, merupakan ujian bagi Arifin. "Kalau dia tergoda dan ikut bermain, saya rasa karirnya sebagai Kasatpol PP akan tamat, karena Gubernur pasti akan mencopotnya," tegas Didi.

Dia mengingatkan, program Gubernur Anies Baswedan menertibkan reklame pelanggar perda merupakan kerja besar, karena reklame yang bertebaran di kawasan terlarang, antara lain di kawasan Sarinah dan Blora Jakarta Pusat, hingga kini belum tersentuh.

Sedangkan Direktur eksekutif Jakarta Public Service (JPS) Syaiful Jihad berharap Satpol PP dapat bertindak tegas pada keberadaan reklame melanggar. Terlebih, Pemprov DKI sudah mencanangkan penertiban reklame melanggar tersebut bersama-sama dengan KPK. “Masyarakat selalu memantau hasil kerja Satpol PP, jadi kami berharap segera melakukan tindakan dan jangan diam saja,” desaknya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengaku masih terus melakukan pendalaman mengenai persoalan reklame melanggar di ibu kota. Ia menegaskan komitmennya untuk menegakan peraturan daerah, dengan menertibkan reklame-reklame yang melanggar. “Kami akan melaksanakan tindakan tegas sesuai aturan daerah yang berlaku,” ucapnya, Senin (25/3/2019). (wok)

Berita Terkait


Baca Juga !.