All Sport

Pelatnas Angkat Besi Gonjang-ganjing

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Pelatnas Angkat Besi Gonjang-ganjing - All Sport

INDOPOS.CO.ID – Kasus doping yang membelit lifter Acchedya Jagaddhita berbuntut panjang. Statusnya ditangguhkan oleh Federasi Angkat Besi Internasional (IWF), sehingga Dea—sapaannya—dicoret dari pelatnas. Buntut dari pencoretan itu, Supeni, ibu Dea sekaligus pelatih angkat besi putri, ikut mengundurkan diri.  ''Itu hak seseorang untuk mengundurkan diri atau tidak,'' tutur Sonny Kasiran, manajer pelatnas angkat besi, ketika di Jakarta, Senin (25/3). 

Kasus doping sangatlah serius. Jika terbukti, seorang atlet bakal dinonaktifkan sampai jangka waktu yang ditetapkan oleh IWF. Bisa bertahun-tahun. Dia tidak diperbolehkan mengikuti semua kejuaraan sampai batas waktu tersebut. ''Banyak juga yang menanyakan ini. Ya kalau atletnya kena doping, pelatihnya juga harus keluar, dong,'' kata pelatih kepala pelatnas, Dirja Wiharja.              

PABBSI bergerak cepat untuk mengisi posisi kosong di pelatih putri. Pilihannya jatuh pada Sri Indriyani, mantan lifter yang pernah mengharumkan Indonesia di akhir dekade 90an. Sri merupakan peraih perunggu pada Olimpiade Synedy 2002, perak pada Kejuaraan Dunia 1999, dan membawa pulang perunggu di Asian Games Bangkok 1998.

Surat pemanggilan sudah dilayangkan untuk Sri. Sayang, dia belum bisa segera bergabung lantaran terkendala izin dari kantor tempatnya bekerja. Saat ini Sri berada di Jepara, Jawa Tengah. ''Program sudah berjalan, dia tinggal menyesuaikan dengan kami. Rencananya bakal lebih fokus ke cewek. Kan lebih enak kalau untuk komunikasi,'' ucap Dirja.

Sekitar sepekan ditinggalkan Supeni, bagaimana kondisi para lifter putri pelatnas? Syarah Anggraeni menyatakan sangat kehilangan. ''Tentu ada perbedaan besar antara ada Bu Peni atau tidak,'' kata Syarah. ''Biasanya Bu Peni suka mengingatkan apa. Sekarang semua dilakukan sama senior-senior saya,'' imbuh lifter yang bertanding di kelas 49 kg tersebut.

Lebih lanjut Syarah mengungkapkan, tercoretnya Dea dari pelatnas juga membawa perubahan tersendiri. Sebelumnya Dea diproyeksikan untuk masuk ke kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Dia menggantikan slot yang disiapkan untuk lifter Sri Wahyuni yang sedang hamil. Kini, secara otomatis dia dan para lifter lain harus bisa mengambil posisi tersebut. (bam)

Berita Terkait

Total Sport / Lifter Windy Cantika Pengganti Sri Wahyuni

All Sport / Tanpa Eko, Perunggu pun Hampir Tak Mungkin

All Sport / Khadzhimurat Akkaev di Skorsing Pelanggaran Doping

All Sport / Khadzhimurat Akkaev di Skorsing Pelanggaran Doping

All Sport / CSA VS FINA, Bertengkar Karena Doping

Total Football / Lifter Sri Hartati Dapat Sambutan Khusus


Baca Juga !.