Banten Raya

Bolos Apel Pagi, Tunjangan 190 PNS Dipotong

Redaktur: Syaripudin
Bolos Apel Pagi, Tunjangan 190 PNS Dipotong - Banten Raya

Ilustrasi PNS

INDOPOS.CO.ID - Tunjangan 190 pegawai negeri sipil (PNS) Kota Tangerang dipotong. Sanksi ini diberikan lantaran para abdi negara itu membolos apel pagi yang digelar di Puspemkot Tangerang, Senin (25/3). Bahkan, sanksi pemecatan akan diberikan jika ASN ini kedapatan membolos apel pagi dua bulan berturut-turut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Dadi Budaeri mengatakan, sanksi diberikan lantaran peringatan agar tidak membolos apel pagi tak diindahkan bawahannya tersebut. Terlebih, Kota Tangerang menjadi tuan rumah event akbar, Musabah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Banten.
 

”Sanksi bagi mereka yang bolos dipotong tunjangannya. Ada 190 pegawai yang kena sanksi. Sudah sering kami peringatka, tapi masih dilakukan juga,” katanya saat ditemui di Puspemkot Tangerang, Senin (25/3/2019). Tak hanya itu, lanjut Budaeri, selain pemotongan tunjangan kerja, sanksi berat pun akan diberika bagi ratusan PNS Kota Tangerang yang masih saja membolos apel pagi.

 

”Bisa sampai pemecatan, karena ada batas tolerirnya,” ucapnya juga. Dia juga mengaku sudah meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia  (BKSDM) setempat mengecek absensi para PNS tak taat aturan tersebut.

 Sementara, Kepala BKSDM Kota Tangerang Akhmad Lutfi mengatakan, saat ini data jumlah PNS yang tidak hadir dalam apel pagi mencapai 190 orang. Jumlah ASN yang membolos itu, kata dia juga, sangat fantastis. Sehingga pemberian sanksi pun harus dilaksanakan.

”Ini angkanya paling banyak dari hari-hari sebelumnya. Sangat memalukan, para PNS itu melalaikan tanggungjawab sebagai pegawai negara. Apel pagi ini kewajiban yang harus dilakukan PNS,” tegasnya.

Lutfi menegaskan, pihaknya sedang mengkroscek absensi PNS yang mangkir dalam apel pagi. Apabila seorang PNS tidak mengikuti apel sebanyak 15 kali tanpa keterangan maka pemecatan akan dilakukan. Kata dia, ASN yang membolos apel pagi ini datang dari berbagai dinas yang ada di Pemkot Tangerang.

 Sedangkan Peneliti Tangerang Public Transparency Watch (Truth) Suhendar mengaatkan, sanksi terhadap PNS yang kerap membolos apel pagi oleh Pemkot Tangerang hanya wacana. Pasalnya, jika pemecatan itu dilakukan maka pemerintah daerah akan kekurangan pegawai.

”Dari dulu masalah ini sudah terjadi tetapi tidak ada yang diberikan sanksi. Hanya untuk meredam sorotan media saja agar kasus PNS tidak apel pagi tidak diperpanjang. Kami sudah sering peringatkan pemkot tetapi pelanggaran ini masih terus terjadi,” terangnya.  .

Ditambahkan Suhendar, kelemahan Pemkot Tangerang yang tak berani bertindak tegas  membuat banyak pelanggaran kerja teus dilakukan PNS. (cok)

 

TAGS

pns

Berita Terkait

Nasional / Pencairan Kenaikan Gaji PNS Hampir Rampung

Banten Raya / Korupsi, 70 PNS di Banten Dipecat

Daerah / Demo Protes Penghapusan TPP

Banten Raya / Enam Guru Pendukung Capres Terancam Dipecat

Ekonomi / Hore, April Gaji PNS Naik 5 Persen

Nasional / 300 PNS Tak Netral Disanksi


Baca Juga !.