Hasil Penggelapan Mobil untuk Beli Narkoba

INDOPOS.CO.ID – Para pelaku spesialis penggelapan mobil rental dibekuk petugas aparan Polsek Kebayoran Baru. Belasan mobil digelapkan ke Pulau Jawa. Hasil penggelapan dipakai untuk membeli narkoba jenis sabu. “Hasil tes urine dan pengakuan dari para tersangka,” tegas Kapolsek Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, AKBP Benny Alamsyah, Senin (25/3/2019).

Benny menegaskan, pada 5 Desember 2018, dibekuk empat tersangka, yakni AR alias UK, 30, SPJ alias JJ, 55, SPt alias WG, 34, dan MHK alias Pakde, 63. Sedangkan seorang pelaku, NV, 30, perempuan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Berdasarkan laporan, dua korban, NJN, 35, dan HSN, 36, keduanya wiraswasta. Dalam beraksi, NV menyewa mobil rental dengan alamat tersangka palsu untuk mengelabui korbannya dan juga polisi.”Tersangka NV bersama AR alias UK menggunakan alamat palsu, untuk menggelapkan mobil rental dan kita kembangkan ternyata pelaku sudah menggelapkan 13 unit lainnya,” katanya.

Dalam kasusnya, aparat melakukan pengejaran hingga ke daerah di Jawa. Hingga petugas menyita 5 unit mobil sebagai barang bukti tersebut dari Semarang, Kendal, dan juga di daerah di Jawa Timur. Sedangkan 8 mobil lainnya belum diamankan. “Namun sudah dilakukan identifikasi,” katanya.

Kapolsek menjelaskan, ada pihak yang membantu membawa mobil curian ke Pulau Jawa di antaranya Semarang. “Mobil hasil penggelapan itu digadai per unitnya Rp 25 juta. Mereka bukan residivis, namun sudah lama bermain,” tegasnya.

Sehingga sambungnya, mereka dikenakan pasal 372 dan 378 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. Disita mobil Toyota Innova 2009, warna biru B 1203 SFZ; Honda Brio 2015, warna silver, tidak ada nopol; Daihatsu Xenia 2011, warna hitam, tidak ada nopol; Xenia 2014, hitam, tidak ada nopol; dan Suzuki APV Arena 2011, abu-abu, juga tidak ada nopol.

Selain itu, petugas Polsek Kebayoran Baru juga membekuk para pelaku spesialis pencurian motor matic. Selama dua bulan terakhir ada transaksi para pelaku menawarkan roda dua. “Anggota kami menyamar sebagai pembeli dan ternyata orang itu adalah pelaku,” katanya.

Dan selama dua bulan itu, menurut pengakuan tersangka RH, 24, MRD, 20, dan MAR, 24, mereka sudah beraksi di 15 tempat kejadian perkara (TKP). “Mereka beraksi menggunakan kunci T. Kebanyakan jenis motor matic yang menjadi incaran tersangka,” kata Benny.

Para pelaku berdomisili di Jakarta Barat. “Hanya dua menit itu beraksi, dan dua menit itu juga waktu yang kelamaan dan kita pastikan setiap harinya tersangka mencari motor matic. Sebab, mudah menjualnya kembali. Untuk 1 unit dijual Rp 1,3 juta. Jadi satu pelaku utama pemetik dan dua pelaku lainnya joki. Dan 1 pelaku penadahnya juga dibekuk,” tegasnya.

Rata-rata mereka beraksi di atas jam 21.00 WIB. Pelaku dibekuk di Jalan Hidup Baru, Jakarta. Para tersangka diancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman 5 tahun penjara. Disita 6 buah motor dan 5 roda 4, nopol, kunci model Y, dua mata kunci obeng ketok dibentuk pipih, dan dua kaca spion motor. (ibl)

Komentar telah ditutup.