Megapolitan

Yang Penting Masih Cocok dengan Kantong

Redaktur: Muhammad Izzul Mutho
Yang Penting Masih Cocok dengan Kantong - Megapolitan

TUNGGU PENUMPANG - Para ojek online di kawasan Mangga Dua, Jakarta, Selasa (26/3/2019). Foto: Joesvicar Iqbal/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Pengumuman Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait tarif batas bawah dan atas ojek online direspons. "Kami perlu mempelajari terlebih dahulu dampaknya kepada permintaan konsumen, pendapatan para mitra yang sejatinya bergantung pada kesediaan konsumen, dan juga para mitra UMKM di dalam ekosistem Gojek yang menggunakan layanan antarojek online," kata Michael Say VP Corporate Affairs Gojek pada Selasa (26/3/2019).

Sekadar diketahui, Kemenhub mengumumkan zona untuk Jabodetabek batas bawah sebesar Rp 2 ribu per kilometer (km). Sementara, tarif batas atas sebesar Rp 2.500 per km. Kemudian, tarif untuk 4 km pertama ialah Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu. Tarif tersebut berlaku 1 Mei 2019 mendatang

Rono, pengemudi Gojek menuturkan, dia sudah mengetahui info tersebut. "Tahunya dari grup," katanya. Apakah tarif tersebut merugikan? "Ya pasti sihNamun saya masih kurang tahu 3 kilo saja Rp 7200," katanya. Dia mengaku, belum ada sosialisasi dari pihak Gojek ke pengemudi-pengemudinya. "Belum," ujar dia.

Sedangkan Lisa, 36, pengguna ojek online mengaku belum tahu. Meski demikian, biasanya dapat juga informasi dari pengemudi ojek onlinenya sendiri. "Kan biasanya begitu. Yang penting masih cocok sama kantong konsumen ya," harapnya. (ibl)

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Transportasi Online Wajib Sediakan Shelter

Daerah / LRT Palembang harus Terus Dibenahi

Ekonomi / Proyek Bandara Sukabumi Molor

Nasional / Banyak Gangguan KRL, Menhub-KAI Rapat di Stasiun Bogor


Baca Juga !.