Jakarta Raya

Serang Wartawan, Polisi Tegur Hercules

Redaktur: Juni Armanto
Serang Wartawan, Polisi Tegur Hercules - Jakarta Raya

VONIS-Terdakwa Hercules Rosario Marshal diputus delapan bulan penjara dipotong masa tahanan dalam kasus dugaan penguasaan lahan PT Nila Alam, Kalideres, Jakarta Barat di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (27/3/2019). Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID- Terdakwa Hercules Rosario Marshal tiba-tiba membuat kericuhan dengan menyerang wartawan media televisi dan media elektronik yang meliput setelah turun dari mobil tahanan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (27/3/2019). Dia kemudian menuju ruang tunggu ditemani anak buahnya. Insiden tersebut membuat Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi menegur Hercules.

"Tadi yang bersangkutan tiba-tiba seperti itu dan sudah kita tegur juga. Sudah tegur juga Pak Hercules, jangan sampai ada tindak pidana baru, delik baru," ujar Hengki.

Saat kericuhan yang dipicu oleh Hercules berlangsung, anggota polisi tidak memborgol terdakwa. Hengki memiliki alasan tersendiri. "Karena tangannya yang satu (adalah, Red) tangan palsu. Oleh karenanya didampingi," ujar dia.

Sebelumnya, terdakwa Hercules mengamuk kepada sejumlah wartawan yang meliputnya setelah turun dari mobil tahanan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu sore. Hal tersebut menimbulkan kepanikan di luar ruang tunggu terdakwa. Sejumlah anak buah Hercules dan anggota kepolisian berusaha melerai perkelahian dan melepaskan wartawan yang dikejarnya.

Hercules kembali tenang dan memohon awak media untuk tidak merekamnya sebelum sidang putusan atas kasusnya dimulai.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat kemudian menjatuhkan vonis Hercules dengan hukuman penjara delapan bulan. Hercules dinyatakan bersalah, karena memasuki lahan PT Nila Alam, Kalideres, Jakarta Barat, tanpa seizin pemiliknya.

"Menjatuhkan pidana terhadap Hercules Rosario Marshal alias Hercules dengan pidana penjara selama delapan bulan‎, dengan dikurangi seluruhnya masa tahanan yang dijalani‎," ujar Ketua Majelis Hakim Rustiyono di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Barat. (ant)

Berita Terkait

Hukum / Sengketa Kantor Pusat PSSI Berakhir

Megapolitan / Pengacara Irsanto Ongko Minta Status Tersangka Kliennya Dicabut

Megapolitan / Ombudsman Soroti Dugaan Jual Beli Remisi

Nasional / Butuh Pemimpin Tegas Atasi Persoalan Lapas

Hukum / Edward Soeryadjaya Dihukum 15 Tahun Penjara

Nasional / Dahnil Belum Penuhi Panggilan Peyidik Tipikor


Baca Juga !.