Dulu INDOPOS, Kini Wartawan Viva Jadi Korban Hercules

INDOPOS.CO.ID – Aksi kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi. Kali ini yang menjadi korban adalah jurnalis Portal Berita Viva Newstaintment saat meliput persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar), Rabu (27/3/2019). Agenda sidang saat itu, yakni vonis Hercules atas kasus pendudukan lahan dan perusakan kantor pemasaran PT Nila Alam Hercules Rozario Marshal. Majelis Hakim akhirnya menyatakan Hercules bersalah dan diputus delapan bulan penjara dipotong masa tahanan.

Atas insiden tersebut, Portal Berita Viva Newstaintment mengecam keras tindakan  yang dilakukan Hercules Rozario Marshal terhadap salah satu wartawannya saat menjalankan tugas jurnalistiknya.

”Kami sangat menyesalkan dan mengecam tindakan itu karena jelas menghalangi kerja-kerja jurnalistik yang dilindungi Undang-Undang Pers,” kata Pemimpin Redaksi (Pemred) Viva Maryadi kepada INDOPOS, Kamis (28/3/2019).

Dia juga menyampaikan saat ini pihaknya akan melakukan visum terhadap wartawannya yang akan ditindaklanjuti.  “Kami sedang membuat kronologi kejadian itu, dan mungkin akan dilakukan visum atas korban. Setelah itu baru kita akan tentukan langkah berikutnya.” tegasnya.

Maryadi juga menyayangkan terhadap pihak kepolisian yang tidak melindungi wartawan saat terjadi tindakan kekerasan. ”Menyayangkan aparat keamanan di lokasi kejadian yang tidak mampu melindungi wartawan dari aksi kekerasan. Padahal wartawan dalam bekerja dilindungi oleh UU pers,” cetusnya.

Dalam video yang beredar, terlihat Hercules mengejar dan menyerang seorang jurnalis. Kejadian itu terjadi sesaat Hercules turun dari mobil tahanan. “Jangan rekam. Jangan rekam!” teriak Hercules pada sejumlah awak wartawan yang mengambil gambar dirinya.

“Mana wartawan, mana lu!” teriak Hercules sembari mengejar salah seorang kameramen dan menarik pakaiannya.

Sebelumnya, Hercules dan anak buahnya yang berjumlah sekitar 15 orang pernah menggeruduk Kantor Harian IndoPos di Gedung Graha Pena, Jakarta Selatan pada 20 Desember 2015 pukul 21.30 WIB. Selanjutnya anak buah Hercules memukuli lima wartawan hingga mengakibatkan luka. Tindakannya itu dilakukan karena Hercules keberatan dengan berita di INDOPOS berjudul ‘Reformasi Preman Tanah Abang: Hercules Kini Jadi Santun’. Akibat penyerbuan itu, pada Mei 2006, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis dua bulan penjara. (bar)

 

Komentar telah ditutup.