Bikin Sensasi Lagi

INDOPOS.CO.ID – Moise Kean belum berhenti mencatatkan sensasi. Setelah mengawali debut golnya di timnas Italia dengan dua gol dalam Kualifikasi Euro 2020 pekan lalu, Kean sukses melanjutkan tren golnya itu di Juventus. Gol Kean menyelamatkan tiga poin Juve ketika menjamu Empoli di Allianz Stadium, Turin, Minggu,  (31/3/2019).

Mose, sapaan akrab Kean, memecah kebuntuan pada menit ke-72. Atau, tiga menit pasca dia masuk sebagai pengganti Blaise Matuidi. Gol yang mementahkan anggapan bahwa Juve tak akan mampu mencetak gol tanpa Cristiano Ronaldo. Dan, laga kemarin adalah laga pertama La Vecchia Signora harus kehilangan Ronaldo dalam waktu minimal dua pekan.

Gol kemarin jadi gol ketiganya di Serie A musim ini. Dengan tiga gol tersebut, Kean pun mengoleksi delapan gol di Serie A sejak debutnya sebagai pinjaman di Verona musim lalu. Usia 19 tahun 31 hari Kean pun menjadikannya sebagai pemain termuda yang mencetak delapan gol Serie A dalam sedekade terakhir.

Mario Balotelli jadi pemain terakhir yang mampu melakukannya. Usia Balo saat mampu mencetak gol pada 2009 lalu adalah 18 tahun 242 hari. ”Rekor dan rekor lagi. Seperti yang saya pernah bilang, saya selalu siap memecahkan beberapa rekor,” ucap Kean, dalam wawancaranya kepada Sky Sport Italia.

Sebelumnya, saat mencetak gol pertamanya di timnas melawan Finlandia (24/3/2019), bomber yang punya darah Pantai Gading itu sudah jadi pemain pencetak gol termuda untuk Gli Azzurri, julukan timnas Italia, dalam enam dekade. Si Interisti itu pun masih ingin kembali mencatatkan gol-gol dan rekor-rekor pribadi.

”Kerja keras satu-satunya cara yang bisa membantuku membuktikan bahwa saya mampu melakukannya (mencetak gol) setiap akhir pekan,” tambah Kean yang belakangan ini mendapat “gangguan” dari ayahnya, Biorou Jean Kean, yang menyebut Juve masih berhutang dua traktor. Bersama Juve, Kean sudah pernah memecahkan beberapa rekor.

Di 2016 – 2017 Kean tercatat sebagai milenial pertama yang tampil dan menciptakan gol di liga top Eropa. Pada musim yang sama, dia jadi milenial pertama yang mendapat menit main di Liga Champions. Dilansir Football Italia Kean tak mau namanya dibandingkan dengan CR7, julukan Ronaldo, atau Lionel Messi. Seperti apa kata allenatore Juve, Massimiliano Allegri.

”Tentu saya bukan Cristiano atau Messi. Namun saya harap suatu saat nanti saya mampu mencapai level mereka, jika saya bekerja cukup keras,” kata striker jebolan akademi sepak bola Juventus itu. Allegri menyebut, ambisi Kean itu ada di tangan Kean sendiri. Mentalitas menjadi faktor pembedanya.

”Dia (Kean) harus menjadi pemain yang lebih profesional dari waktu ke waktu. Dia juga harus siap bekerja keras dan lebih baik dari hari ke hari. Banyak pemain muda yang seperti dia, muncul, lalu hilang,” harap Allegri, seperti yang dikutip Tutto Juve. Giorgio Chiellini sebagai Il Capitano-nya Juve Giorgio Chiellini menyebutkan kelebihan-kelebihan juniornya itu.

”Dia mampu menyerang melalui celah-celah dan menekan pertahanan lawan dengan luar biasa caranya,” ungkap Chiello, sapaan akrab Chiellini, seperti dikutip Calciomercato. Chiellini juga main bareng Kean di timnas Italia saat memecahkan rekor. Dia pun membandingkan Kean dengan Balo dan David Trezeguet, mantan attacante Juve.

”Kean lebih kuat fisiknya ketimbang Mario, golnya melawan Empoli nyaris mirip seperti gaya mencetak gol Trez (sapaan akrab Trezeguet). Mario lebih sering menekan di area yang ada dekat gawang. Tapi Kean lebih bagus dengan tembakan-tembakan jarak jauhnya,” tutur pemain yang mengawali karir profesionalnya tepat pada tahun ketika Kean dilahirkan itu. Soal peluang pemain muda meledak di Serie A Chiellini menyebut nama Allegri. ”Tidak banyak pelatih yang bisa membantu progress pemain muda seperti dia,” imbuh Chiellini. (koc)

Komentar telah ditutup.