Megapolitan

Jalan R3 Masih Ditutup, Warga Gelar Demonstrasi

Redaktur: Syaripudin
Jalan R3 Masih Ditutup, Warga Gelar Demonstrasi - Megapolitan

AKSI SIMPATIK - Warga berdemo menuntut pembukaan jalan R3, Minggu (31/3/2019). Foto: Sofiansyah/radar bogor/indopos grup

INDOPOS.CO.ID - Warga Kelurahan Katulampa kembali meluapkan kekecewaannya terhadap penutupan jalan Regional Ring Road (R3). Jalan yang sudah lebih dari tiga bulan ditutup itu, mereka berharap agar jalan dapat kembali digunakan atas kesepakatan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan pemilik lahan.

Jika tak kunjung dibuka, warga akan menggelar aksi lanjutan dengan mengumpulkan uang koin. ”Kami masih menunggu tahapan proses hukum, bila proses itu tidak ada titik temu maka kami akan melakukan aksi pengumpulan koin dan ini memang sudah ada desakan dari warga,” ujar Koordinator Aksi, Dadan Suhendar, Minggu (31/3/2019).

Selama penutupan jalan, kata dia, aktivitas ribuan warga sangat terganggu. Terutama kemacetan. Mulai dari anak yang hendak berangkat sekolah hingga orang tua yang akan bekerja. Lebih parahnya lagi, para pedagang yang berada di dalam jalan yang tertutup sebagian gulung tikar karena tak ada aktivitas warga yang melintas.

”Semua warga mengharapkan supaya pemilik lahan terbuka hatinya untuk membuka jalan R3 ini. Itu harapan banyak warga,” katanya. Dia menegaskan bahwa semua warga siap untuk terus menyuarakan aspirasinya terhadap pembukaan jalan. Bahkan warga siap mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Bogor untuk hadir dalam persidangan.

”Kami akan terus menuntut dan menyuarakan aspirasi warga dengan mendatangi Walikota atau konsolidasi dengan warga bahwa kita akan datang juga ke Pengadilan Negeri Bogor menghadiri persidangan. Kami akan mengawal terus sampai jalan ini benar-benar bisa dibuka,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengungkapkan, aksi damai warga menjadi motivasi bagi Pemkot Bogor dan pemilik lahan untuk melakukan musyawarah agar jalan dapat segera dibuka. Karena telah ada komitmen kedua belah pihak terkait pembukaan itu.

Namun karena telah masuk ranah hukum maka pembukaan tak bisa dilakukan secara sembarangan.
”Ini kan sudah masuk ranah hukum, jadi tidak bisa asal sembarang buka, perlu adendum di akta van dadding,” katanya. Namun dirinya berupaya agar pembukaan itu dapat dilakukan sebelum memasuki Ramadan.

Sebab pada 25 Maret lalu pihak pemilik lahan telah menyampaikan keberatannya atas nilai appraisal yang telah dilakukan. Dengan begitu Pemkot selaku terlapor akan segera dipanggil PN Bogor. ’Kemungkinan tanggal 15 April ada sidang, mudah-mudahan bisa disepakati dan tentu yang utamanya terkait pembukaan jalan ini,” pungkasnya. (gal)

Berita Terkait

Megapolitan / Dengar TPAS Galuga Ditutup, Pemulung Demo

Megapolitan / Syukuri Pemilu Kondusif, Pemkot Bogor Tarawih Keliling

Megapolitan / Pelaku Pencabulan Anak Bebas, Mahasiswa Demo Pengadilan

Banten Raya / Mahasiswa Lebak Tolak Kenaikan PBB

Banten Raya / 15 Tahun HGU Tak Diperpanjang


Baca Juga !.