Kemenag Jalin Kerjasama dengan Garuda dan Saudi Arabian Airlines untuk Pengangkutan Jemaah Haji Reguler

INDOPOS.CO.ID-Kementerian Agama Republik Indonesia, Selasa (2/4/2019) menandatangani kerjasama dengan PT Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines untuk pengangkutan Jemaah Haji Reguler tahun 1440 H/2019 M. Adapun asumsi jumlah jemaah haji reguler dan petugas kloter sebanyak 206.535 orang, yang akan diangkut dengan asumsi 507 kloter.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Nizar mengatakan kerjasama itu sangat penting. Pihaknya dalam hal transportasi udara ingin supaya jemaah haji memperoleh pelayanan yang prima, aman dan nyaman.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam rangka mewujudkan akuntabilitas publik, penyelenggaraan ibadah haji dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip efektif, efisien, transparan, akuntabel, keamanan, keselamatan, kenyamanan dan kepentingan nasional, pemerintah selalu meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dalam berbagai bidang.

“Termasuk untuk penyediaan dan pelayanan transportasi udara bagi jemaah haji reguler yang akan mengangkut jemaah haji dari Indonesia ke Arab Saudi pergi pulang,” ujar Nizar di Kantor Kementerian Agama, Selasa (2/4/2019).

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk masa operasional transportasi haji reguler ada dua bagian.

Gelombang pertama, dilakukan dari tanah air ke bandara AMMA Madinah.
Gelombang kedua, mendarat di Bandara KAIA Jeddah dan pulang melalui bandara AMMA Madinah.

“Kloter pertama gelombang pertama berangkat dari tanah air ke Madinah tanggal 7 Juli 2019. Sedangkan akhir gelombang pertama pada tanggal 19 Juli 2019,” beber Nizar.

Adapun untuk pemberangkatan gelombang kedua, dari tanah air ke Jeddah tanggal 20 Juli 2019. Sedangkan akhir pemberangkatan gelombang kedua 5 Agustus 2019.
“Adapun masa pemulangan jamaah haji dilakukan untuk gelombang pertama dari Jeddah ke Indonesia pada 17 Agustus 2019. Sedangkan akhir pemulangan gelombang I pada 29 Agustus 2019,” jelas Nizar.

Sedangkan untuk pemulangan gelombang kedua, dari Madinah ke Indonesia pada tanggal 30 Agustus 2019. Dan akhir pemulangan gelombang kedua, pada 15 September 2019.

Adapun penerbangan haji reguler dilakukan dari 12 titik embarkasi. Yakni Aceh, Medan Batam, Padang, Palembang, Jakarta, Solo, Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar dan Lombok.

“Garuda Indonesia akan melayani embarkasi di Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar dan Lombok. Menggunakan pesawat jenis Boeing 777 dan Aribus 330,” jelas Nizar.

Sedangkan Saudi Arabian Airlines melayani embarkasi Batam, Palembang Surabaya dan juga Jakarta.

“Perusahaan penerbangan bertanggungjawab memberikan pelayanan terhadap jemaah haji, petugas kloter dan barang bawaannya pada fase I pemberangkatan,” jelas Nizar.

Yakni sejak dari city check-in di asrama haji sampai keluar gate di bandara Arab Saudi. Dan fase II pemulangan sejak re-pramanifest di Makkah dan Madinah sampai di asrama haji debarkasi.

Menurut Nizar, perusahaan penerbangan bertanggungjawab memulangkan jemaah haji sakit pasca operasional dan atau orang hilang dan ditemukan kembali sampai ke provinsi asal. Walaupun masa operasional haji telah berakhir.

“Kami berharap penyelenggaraan angkutan udara haji dari 12 bandara embarkasi dan debarkasi haji dapat berjalan dengan lancar, aman dan terkendali,” pungkasnya. (dai)

Komentar telah ditutup.